Polda Sulsel dan Kejati Mulai Selidiki Dana Hibah Pilwalkot Makasar

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. (foto: hardiansyah)

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. (foto: hardiansyah)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Dugaan korupsi dana hibah Pemkot Makassar kepada KPU Makassar diduga ditilep. Hal tersebut mulai terendus. Pihak kepolisian Polda Sulsel mulai melakukan pemeriksaan terhadap petinggi di lingkup lembaga penyelenggaraan pemilu Kota Makassar tersebut.

Melalui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkam bahwa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel mulai melakukan pengumpulan data, Rabu, 31 Oktober 2018. Pengumpulan data tersebut berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor : Sprin Gas/222/X/2018/Ditkrimsus, tertaggal 19 Oktober 2018.

“Itu untuk melaksanakan pengumpulan bahan keterangan dan dokumen terkait pengaduan atas dugaan tipidkor penyalahgunaan Dana Hibah Pemkot Makassar kepada KPU Makassar tahun 2017 dalam penyelenggaraan Pilwali Makassar tahun 2018,” terang Kombes Pol Dicky Sondani, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Djournalist.com.

Masih dari keterangan Kombes Pol Divky Sondani, salah satu Komisioner KPU Makassar diperiksa. Yakni, Wahid Hasyim Lukman, yang merupakan Komisioner KPU Devisi Hukum.

“Kita masih mintai keterangannya, belum dilakukan penyidikan,” sambung Kombes Pol Dicky Sondani.

Diketahui, total dana hibah yang diberikan Pemkot Makassar kepada KPU Makassar sebesar Rp. 60 M. Dari dana hibah yang sebelumnya diperuntukkan untuk 4 pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota. Namun, seiring berjalannya proses Pilwalkot, cuma ada dua pasangan calon dan pada akhirnya cuma ada satu pasangan calon yang resmi bertarung.

Namun, dari hasil audit yang dilakukan Inspektorat Jendral KPU RI, ditemukan ada selisih dari anggaran yang digunakan sebesar Rp. 2 M lebih.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Tarmizi juga menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pengumpulan informasi terkait dugaan penyelewengan dana hibah tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Tarmizi. (foto: hardiansyah)

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Tarmizi. (foto: hardiansyah)

“Kami masih lakukan pengumpulan informasi,” sebut Tarmizi saat ditemui pasca menggelar salat gaib dan doa bersama di Masjid Kejati Sulsel, Rabu, 31 Oktober 2018.