Dua Peluru Hentikan Langkah Seribu Spesialis Pencuri di Masjid

Seorang pelaku spesialis pencuri di masjid harus merintih kesakitan saat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kamis, 8 November 2018.

Seorang pelaku spesialis pencuri di masjid harus merintih kesakitan saat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kamis, 8 November 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Seorang pelaku spesialis pencuri di masjid harus merintih kesakitan saat di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kamis, 8 November 2018.

Adalah Azis (31) yang ketika dibawa menunjukkan TKP tempat pencuriannya malah melawan polisi dan melarikan diri.

Tindakan tegas pun terpaksa diambil oleh tim gabungan dari Resmob Polsek Panakkukang yang dibackup Resmob Polda Sulsel. Setelah sebelumnya diberi tembakan peringatan sebanyak tiga kali, tapi lari Azis semakin jauh, tembakan terarah ke kaki kanannya pun berhasil menghentikan langkahnya.

Dari keterangan Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, bahwa Azis adalah dalang dari maraknya barang-barang warga yang hilang di beberapa masjid di wilayah hukum Polsek Panakkukang akhir-akhir ini.

“Pelaku pernah beraksi di Masjid Nurmia Zaky di Jalan Abdul Rahman Basalamah, bulan November 2018 ini, berhasil menggasak 2 laptop dan 1 kamera,” jelas Kompol Ananda Fauzi Harahap.

Selain itu, pelaku juga pernah beraksi di salah satu masjid di Jalan Pampang dan berhasil menggasak 1 ponsel ketika orang sedang salat asar. Juga di masjid Jalan Pengayoman, masjid Jalan Hertasning, serta pernah juga melakukan aksinya di salah satu masjid di Kabupaten Gowa dan masing-masing berhasil mengambil ponsel.

“Pernah juga di Jalan Pampang dekat sekolah mengambil HP Xiomi,” sambung Kompol Ananda Fauzi Harahap.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 1 unit laptop dan 1 kamera hasil curiannya. Polisi masih berusaha melakukan pencarian terhadap barang bukti lainnya.

Pasca mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, pelaku beserta barang bukti pun dibawa ke Mapolsek Panakkukang untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (**)