Dua DPO Joki CPNS di Makassar Kembali Diciduk Polisi

Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan kembali mengamankan dua joki CPNS di Makassar, Kamis, 8 November 2018.

Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan kembali mengamankan dua joki CPNS di Makassar, Kamis, 8 November 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan kembali mengamankan dua joki CPNS di Makassar, Kamis, 8 November 2018.

Adalah Muhammad Rusnan (33) dan Andi Slamet (30) yang masing-masing diamankan pada hari Selasa dan Rabu kemarin.

“Tersangka Muhammad Rusnan ditangkap sehubungan dengan membuat surat yang diduga palsu atas nama calon peserta CPNS, Muhammad Ali,” tulis Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, sebagaimana keterangan resmi hang diterima Djournalist.com.

Saat ini, pihak kepolisian masih memburu pengguna jasa joki CPNS tersebut, yakni Muhammad Ali.

Sementara, Andi Slamet ditangkap sehubungan dengan tindak pidana menggunakan surat yang diduga palsu dan atau turut serta membantu melakukan tindak pidana.

“Sesuai dengan pasal 263 ayat 2 dan padal 55 ayat 1 ke 1 e KUHPidana,” sambung Kombes Pol Dicky Sondani.

Sebagaimana diketahui, keduanya merupakan buron atau DPO yang memang menjadi target, setelah jaringan joki CPNS ini terkuak pada akhir Oktober 2018 lalu.

Di mana, 6 orang telah diamankan, 4 diantaranya adalah joki, yakni Ahmad Lutfi, Hamdi Widi, Marten Tumpak Rumapea, dan Adi Putra Sujana, 1 perantara yakni dr. Wahyudi dan 1 peserta pengguna jasa joki CPNS, Musriadi.

Untuk para joki, perantara, dan pengguna jasa joki dikenakan pasal 236 ayat 1 dan 2 juncto pasal 55 KUHP terkait pemalsuan surat dan penggunaan surat palsu dan turut serta melakukan kejahatan dengan ancaman kurungan paling lama 6 tahun. (**)

_____
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Caption: Para tersangka joki CPNS, perantara joki CPNS, dan pengguna jasa joki CPNS yang diamankan pihak kepolisian pada akhir Oktober 2018 lalu. (foto: hardiansyah)