Soal “Tampang Boyolali” Ini Reaksi Romy

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romy.

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romy.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romy menanggapi komentar calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan penyebutan istilah “tampang Boyolali”. Istilah itu muncul dalam pidato Prabowo saat peresmian kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa 30 Oktober 2018 lalu.Menurut Romy, itu sifatnya spontan yang terlintas dikepala Prabwo.

“Apa yang dikatakan Prabowo sifatnya candaan dan spontan. Tapi candaan rasionalis,”ujar Romy kepada awak media di warung kopi Sija, Jalan Boulevard, Makassar, Kamis siang 8 November 2018.

Menurutnya, Prabowo dilahirkan dari keluarga berada. Sejak kecil hidupnya diluar negeri. “Apa yang disampaikan ekspresi dimana masyarakat berkelas-kelas. Boyolali kan kelas menengah kebawah,”katanya.

Namun Romy menyayangkan jika ada seorang pemimpin melakukan pemetaan.Jadinya bangsa ini bisa terkoyak-koyak. “Ada kelas ekonomi seperti di pedesaan. Itu membahayakan karena menjadi keberpihakan kedepannya,”ucapnya.

Romy melanjutkan, punya pengalaman pribadi dengan Prabowo saat pilpres 2014 lalu. Dimana hasil survei menyebutkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa unggul dikalangan intelektual. Sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla rakyat miskin.

“Toh ternyata pasangan Jokowi-JK yang menang. Nah, di pilpres 2019 ini tak jauh berbeda dengan pilpres 2014 lalu. Dimana 49 persen pemilih kita berlatarbelakang rakyat miskin atau berlatarbelakang pendidikan SD,”katanya.