Polrestabes Makassar Jaring 7 Pelaku Narkoba, Dua Diantaranya Pelajar dan Perempuan

epekan, Satres Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan sedikitnya 7 orang penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Hal itu diungkap, dalam jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis, 8 November 2018.

epekan, Satres Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan sedikitnya 7 orang penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Hal itu diungkap, dalam jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis, 8 November 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Sepekan, Satres Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan sedikitnya 7 orang penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Hal itu diungkap, dalam jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis, 8 November 2018.

Pelaku pertama yang diamankan adalah Asrianto alias Anto (21), di sebuah homestay di Jalan Andi Tonro, Makassar pada Senin, 5 November 2018 lalu. Dari tangan Anto, polisi mengamankan narkotika kurang lebih 13 gram di dalam sebungkus rokok.

“Statusnya dia sebagau kurir dan pengedar. Asal barangnya dari Makassar dan diedarkan juga di Makassar,”ujar Kasatres Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika.

Pelaku yang masih berstatus mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi swasta tersebut pun mengaku baru dua kali menjalankan aksinya. Sekali mengantarkan barang, dirinya mendapat upah sebesar Rp 1.2 juta.

Pada Rabu, 7 November 2018, dua orang juga berhasil diamankan. Adalah Muhammad Rijal (18) dan Arianto Malik Serang (21). Bermula dari tertangkapnya Muhammad Rijal, yang dalam penguasaannya ditemukan 1 paket narkotika.

“Kita telusuri lagi asal barang tersebut, dan kita berhasil menemukan Arianto Malik Serang dengan barang bukti 23 paket narkotika jenis sabu-sabu,” tutur Diari Astetika.

Lebih lanjut, Arianto Malik Serang diduga memanfaatkan jasa Muhammad Rijal, yang masih berstatus pelajar SMA tersebut untuk mengedarkan narkotika. Sasarannya adalah masyarakat umum.

Dan terakhir, Satres Narkoba Polrestabes Makassar melakukan penggerebekan di Jalan Pannampu lorong 2, atau tepatnya Kampung Gotong, Kamis dini hari, 8 November 2018. Sebuah rumah dicurigai menjadi sarang oeredaran narkotika jenis sabu-sabu. Sebanyak 4 orang berhasil ditangkap, meski Diari Astetika mengaku ada beberapa yang berhasil meloloskan diri.

“Modusnya beli dan pakai di tempat. Kita temukan 3 pengedar dan satu pemakai. Yang pemakai itu perempuan,” jelas mantan Kapolsek Panakkukang tersebut.

Dengan terbongkarnya tempat peredaran gelap narkotika di Kampung Gotong tersebut, pihak Satres Narkoba Polrestabes Makassar telah menetapkan titik merah untuk kawasan tersebut.

Dari seluruh pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu yang terjaring, akan dikenakan pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 Undang-undang RI Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun dan paling lama seumur hidup.