Sengketa Lahan Belum Inkrah, Manajemen Hotel Claro Minta Ahli Waris Hormati Proses Hukum

General Manager Claro Makassar, Anggiat Sinaga saat menggelar konferensi pers terkait sengketa lahan yang menyeret Claro Makassar.

General Manager Claro Makassar, Anggiat Sinaga saat menggelar konferensi pers terkait sengketa lahan yang menyeret Claro Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – General Manager Claro Makassar, Anggiat Sinaga, menyebutkan, kasus sengketa lahan yang melibatkan Claro Makassar dalam proses upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan belum memiliki kekuatan hukum yang tetap.

Sehingga belum ada keputusan terkait kasus ini karena masih dalam proses hukum yang berjalan.

Ia pun mengaku kaget dan kecewa dengan putusan Majelis Hakim dalam Perkara melalui No Register Perkara Perdata 121/Pdt.G/2018/PN.Mks di Pengadilan Makassar tersebut.

Baca Juga:

    ”  Kami tetap menghormati hukum yang berlaku, kami juga melakukan upaya hukum banding dengan cara-cara yang diatur oleh hukum,”jelas Anggiat Rabu 20 November 2018.

    Anggiat juga menilai tindakan dan perbuatan dari ahli waris Muh Syarif cukup meresahkan dan tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

    ” Satu bulan sebelumnya penggugat bahkan membawa kumpulan massa mencoba untuk memasang papan bicara dan melakukan tindakan eksekusi sepihak dengan cara main hakim sendiri tanpa melalui suatu mekanisme hukum dalam penetapan pengadilan yang sah. Dan yang jelas perbuatan ini sudah merupakan tindakan yang tidak menghormati proses hukum, sehingga kami pun melakukan pengaduan kepada polisi atas tindakan dan perbuatan mereka tersebut,” tegas Anggiat.

    Ia meminta ahli waris Syarif menghormati proses hukum yang sedang berjalan dengan mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai aturan hukum yang berlaku.

    ” Karena Muh Syarif sudah menempuh pilihan jalur hukum, maka secara otomatis biarkan hukum yang berjalan dan menentukan serta dan apakah putusan ini sudah sampai inkrah (memiliki keputusan yang tetap) atau tidak ?,”tambahnya.

    ” Sekali lagi kami tegaskan dan sampaikan, bahwa ini masih berproses upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi Sulsel dan kami Tegaskan, jangan ada lagi tentang isu-isu atau berita-berita hoaks melalui media sosial atau media-media yang lain yang berhubungan dan yang berkaitan erat dengan berita yang menyesatkan seakan-akan perkara tersebut sudah diputus oleh Mahkamah Agung RI dan itu artinya menyebarkan Hoax dan jelas konsekuensinya pelanggaran pidana UU ITE yang berlaku di Indonesia,”sambung Anggiat.

    Sebelumnnya diberitakan, PT Telkom Indonesia Tbk dan Hotel Claro sebagai tergugat mengajukan banding. Setelah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar memutuskan memenangkan penggugat dalam sengketa lahan seluas 18 hektare di Jalan AP Pettarani.

    Direktori Putusan Mahkamah Agung RI di Website Mahkamah Agung RI, mengeluarkan putusan mengejutkan, dengan menghukum Pemilik Hotel Clarion (saat ini Claro), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, untuk mengosongkan lahan di Jalan AP Pettarani.

    Hakim Pengadilan Negeri Makassar memutuskan tanah di Jalan AP Pettarani tersebut, bukan milik Hotel Clarion maupun PT Telkom.

    Keputusan tingkat pertama ini berdasarkan gugatan pihak mengaku ahli waris lahan Muh Syarief SH. Wiraswasta yang beralamat di Ujung Gassi, Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang. (**)