KPU Makassar Sudah Tak Setuju Bila Sabri Masih Menjabat Sekretaris, Ini Penyebabnya

Sekretaris KPU Makassar Sabri Sulaeman

Sekretaris KPU Makassar Sabri Sulaeman.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisioner KPU Makassar khawatir pelaksanaan sejumlah tahapan pemilu 2019 akan terganggu selama Sabri masih diberikan kesempatan menjabat sebagai Sekretaris KPU Kota Makassar. “Kami khawatir beberapa tahapan pemilu 2019 akan terganggu selama pak Sabri masih menjabat sebagai Sekretaris KPU Makassar,”ujar Komisioner KPU Makassar, Rahma Saiyed dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Djournalist.com, Selasa malam 27 November 2018.

Pasalnya kata dia, keterlambatan pencetakan APK ini akibat Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Makassar tidak mengakui Sabri sebagai Sekretaris KPU Makassar.

Meskipun demikian, Rahma mengakui bila APK tersebut telah diserahkan kepada partai politik peserta Pemilu 2019. Semuanya sudah dicetak dan sudah diberikan ke parpol. “Tapi sisa PKPI dan Partai Berkarya yang belum dicetak karena bahan kampanyenya belum diserahkan,”katanya

Ia juga mengkhawatirkan proses kegiatan pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP)-2 akan terganggu sebab Sabri juga telah menggeser operator data pemilih yang merupakan Admin Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) ke divisi lain. “Saat ini, kita sedang melakukan pencermatan DPTHP, tiba-tiba Admin Sidalih-nya dipindahkan ke bagian lain, dan itu bisa mengganggu seluruh proses kegiatan penyempurnaan data pemilih,”tutur Rahma.

Atas kekhawatiran itu, KPU Makassar telah berkirim surat kepada KPU Sulsel, termasuk menyerahkan hasil pleno KPU Makassar yang telah menyepakati agar Sabri diganti sebagai sekretaris KPU Makassar untuk sementara waktu. “Kita sudah plenokan sejak akhir Oktober 2018, dan telah berkoordinasi dengan dengan KPU Sulsel serta KPU RI,”tegas Rahma.

Agar KPU Makassar segera terisi dengan plt Sekretaris KPU Makassar.