Hendak Demo Penolakan Penggusuran PK5, Tiga Mahasiswa Diamankan Polisi karena Membawa Sajam

Ilustrasi Penangkapan

Ilustrasi Penangkapan

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Tiga Mahasiswa dibekuk Resmob Polsek Rappocini yang dipimpin Panit reskrim Ipda Nurtcahyana karena kedapatan membawa senjata tajam Isajam) jenis badik, Jumat 30 November 2018.

Panit reskrim Ipda Nurtcahyana mengatakan ketiga pelaku yakni lelaki SU (20), lelaki UL (20) dan lelaki IS (20) ketiganya merupakan seorang mahasiswa di perguruan tinggi Kota Makassar.

Kejadian berawal saat resmob Polek Rappconi melakukan patroli wilayah untuk mengantisipasi 3C (Curat, Curas, Curanmor) pada hari Jumat 30 November 2018, pukul 03.00 Wita.

“Tiba di Jalan Skarda Rappocini, Resmob Polsek Rappocini mencurigai tiga orang lelaki yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda vario warna merah hitam dengan nomor polisi DC 3151 AY,” ungkapnya.

Petugas memberhentikan ke tiga pemuda tersebut dan melakukan pemeriksaan atau penggeledahan badan dan menemukan sebilah senjata tajam jenis badik yang dikuasi atau diselipkan di pinggang bagian depan oleh lelaki SU.

Lanjut Panit reskrim, saat diamankan petugas langsung melakukan interogasi. Dari keterangan pelaku SU, mengakui senjata tajam jenis badik yang ditemukan di pinggang bagian depan adalah miliknya yang ingin digunakan untuk melakukan aksi demo penolakan penggusuran pedagang kaki lima di Jalan Pettarani depan kampus UNM Phinisi Makassar.

Sedangkan dari keterangan, kedua rekannya lelaki UL dan IS tidak mengetahui kalau temannya lelaki SU membawa senjata tajam jenis badik dan lelaki US dan IL rencananya ingin pergi bersama – sama melakukan aksi demo penolakan penggusuran pedagang kaki lima.

Selanjutnya ketiganya di bawah ke Polsek Rappocini guna penyidikan lebih lanjut. (**)