KPID: Mei-November 2018 Angka Pelanggaran Penyiaran Menurun di Sulsel

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel melakukan ekspos hasil monitoring dan pengawasan terhadap pelanggaran oleh lembaga penyiaran lokal di Sulsel.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel melakukan ekspos hasil monitoring dan pengawasan terhadap pelanggaran oleh lembaga penyiaran lokal di Sulsel.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –   Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel melakukan ekspos hasil monitoring dan pengawasan terhadap pelanggaran oleh lembaga penyiaran lokal di Sulsel.

Koordinator Pengawasan Isi Siaran KPID Sulsel, Herwanita menjelaskan selama melakukan pengawasan dan monitoring dari Mei-November 2018, terjadi penurunan angka pelanggaran yang sangat singnifikan yaitu terjadi penurunan 35,7 persen dari periode sebelumnya.

“Periode I terdapat 216 pelanggaran dan periode II hanya 139 temuan pelanggaran,” kata Herwanita dalam ekspos hasil-hasil monitoring di Hotel Imawan, Kamis 13 Desember 2018.

Namun, pelanggaran kategori khusus penggolongan program siaran, kata dia, tidak mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menurutnya disebabkan karena kendala tekhnis dan angka pelanggaran kategori tersebut tidak berbanding lurus dengan pelanggaran-pelanggaran kategori lainnya.

Data tersebut meliputi, pelanggaran khusus mengenai penggolongan program siaran sebanyak 477 pelanggaran, pelanggaran siaran iklan 36 pelanggaran, tayangan rokok dan narkoba 15 pelanggaran, program siaran jurnalistik 5 pelanggaran, muatan kekerasan dan sadisme 29 pelanggaran, nilai kesopanan dan kesusilaan 6 pelanggaran, muatan seks dalam lagu dan video klip 25 pelanggaran, perlindungan anak dan remaja 7 pelanggaran, adegan seksualitas 15 pelanggaran, dan peliputan bencana 1 pelanggaran.

“Mereka yang melakukan pelanggaran sudah diberikan sanksi administrasi,” kata Herwanita.

Ia juga berharap lembaga penyiaran untuk memperhatikan kendala tekhnis pada beberapa lembaga penyiaran dalam mencantumkan penggolongan program siaran untuk memudahkan masyarakat memilih tontonan berdasarkan klasifikasi usia.

“KPID Sulsel kembali memberikan penegasan terhadap pemenuhan program siaran lokal minimal 10 persen dalam sistem stasiun jaringan. Program lokal yang ditayangkan pada waktu prime time setempat,” tegasnya.