Jelang Natal dan Tahun Baru Pemprov Sulsel, TNI, dan Polda Gelar Rakor Lintas Sektoral

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) sektor pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 dalam rangka Ops Lilin 2019, di Hotel Harper Makassar, Selasa 18 Desember 2018.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) sektor pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 dalam rangka Ops Lilin 2019, di Hotel Harper Makassar, Selasa 18 Desember 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) sektor pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 dalam rangka Ops Lilin 2019, di Hotel Harper Makassar, Selasa 18 Desember 2018.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono, Kabinda, Pejabat Utama Polda Sulsel, Asops Kodam XIV Hasanuddin, Yang Mewakili Pangkoops, Kapolres dan Jajaran, Tokoh Agama, beserta instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Irjen Umar berharap, agar kegiatan rakor ini dapat dijadikan sarana untuk membahas berbagai permasalahan yang akan dihadapi di lapangan dan bagaimana langkah antisipasinya. Sehingga, akan tercipta suatu sistem dan mekanisme pengamanan yang komprehensif, tepat, dan akurat.

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, dirinya mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena memang setiap tahun, antara Pemprov dan Polda sering bekerja sama dalam rangka pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019.

“Kita dalam hal ini Pemprov selalu siap siaga jika ada informasi-informasi, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) jika ada tindakan-tindakan yang mencurigakan. Karena saya kira, kita sekarang ini sudah tidak sulit untuk berbagi informasi lagi, apalagi di era digital semua kita serba dimudahkan,” ujar Andi Sudirman.

Kedepannya, pihaknya mengedepankan kegiatan-kegiatan keagamaan kepada anak-anak muda, agar tidak mudah dicuci otaknya oleh pemahaman fundamental dan radikal.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab mengenai perkiraan ancaman yang akan terjadi atau muncul dalam menghadapi Hari Raya Natal 2018 dan Tahun baru 2019 di wilayah Sulawesi Selatan.