Barang Elektronik KPU Makassar yang Ditarik Rekanan Ganggu Proses Pengerjaan Data Pemilih Pemilu

Barang Elektronik KPU Makassar Ditarik.

Barang Elektronik KPU Makassar Ditarik.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisioner KPU Makassar, Rahma Saiyed mengatakan,pasca ditariknya barang elektronik KPU Makassar oleh dealer PT. Airmas Pantero Tehnologi berdampak pada kinerja KPU dalam menghadapi pemilu 2019 mendatang.

” Tentu agak terhambat teman-teman mengerjakan data pemilih pasca ditariknya komputer semua,”ujar Rahma melalui pesan WhatsApp, Rabu 19 Desember 2018.

Menurutnya, saat ini KPU Makassar tengah mengelolah Daftar Pemilih Khusus (DPK) setelah KPU melakukan penetapan dan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) menjadi 6.159.375.

“DPK ini adalah pemilih yang tidak terdata dalam DPT. Mereka yang belum melakukan perekaman e-KTP,”katanya.

Rahma menambahkan, terkait barang elektronik itu anggarannya ada. Tapi ia mengaku heran kenapa belum dibayar ke pihak rekanan. “Kalau anggarannya ga dipakai, ya harus dikembalikan ke kas negara,”ucapnya.

Menyikapi penyitaan komputer, laptop, dan peralatan elektronik di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Sekretaris KPU Makassar M.Sabri, mengungkapkan,
untuk ATK yang ada dikantor KPU kota Makassar merupakan hibah dari Pemkot Makassar.
Yang di tarik oleh PT Airmas Paentero yang nilainya Rp364 juta.

Namun begitu, ia mengaku tidak mengetahui masuknya ATK tersebut.Pasalnya ATK berupa komputer, laptop, alat scan, print, KPU Kota Makassar adalah hibah dari Pemerintah Kota.” kalaupun ada barang dibeli, harus melalui kontrak ada pesanan, dan ada lelang/e- katalog,”ujar Sabri dalam keterangan tertulis yang diterima Djournalist.com.”Untuk APBN 2018 ATK, 5 unit Laptop, 7 unit Komputer dan masih ada komputer lama yang masih digunakan, setiap tahun ada pengadaan, dan kita tidak kekurangan.”dia menambahkan.

Lanjut Sabri menambahkan untuk pengadaan dilakukan melalui Panitia pengadaan, PPK, KPA, panitia penerima barang, panitia ULP, dan semua harus bertanda tangan. Bahkan ia merasa barang itu ditarik karena memang milik PT Airmas Paentero teknologi,

“Soal PT Airmas Paentero teknologi dengan memasukkan ATK ke KPU Kota Makassar, kalau ada kontrak, siapa yang bertanda tangan, siapa sebenarnya pejabat pengadaan, saya belum mengetahui siapa yang menerima ini ATK saat masuk,”jelas Sabri.

Adapun Kuasa Direksi PT. Airmas Pantero Tekhnologi, Poltak David Aditiya dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih berupaya menempuh jalur kekeluargaan dengan Sekretaris KPU Makassar. Karena itu ia belum melakukan upaya hukum.

“Kami belum melakukan upaya hukum. Kami menunggu petunjuk dari bos kami yang ada di Jakarta. Kemungkinan akan diselesaikan secara kekeluargaan,”jelas Poltak.