KPID Sulsel Perketat Konten Berita Penyiaran

Koordinator Bidang Kelembagaan, Riswansyah Muchsin

Koordinator Bidang Kelembagaan, Riswansyah Muchsin.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel, menggelar diskusi akhir tahun untuk tetap komitmen mengawal lembaga penyiaran di Sulawesi Selatan.

Diskusi Refkeksi akhir tahun tersebut bertajuk, “Dinamika Penyiaran 2018 di Sulsel”, yang digelar di Hotel Demelia Makassar, Kamis 20 Desember 2018. Hadir sebagai Narasumber, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Herwanita, S.Sos, Koordinator Bidang Kelembagaan, Riswansyah Muchsin, SH, dan Koordinator Bidang Fasilitasi dan Infrastruktur Perizinan Andi Muhammad Irawan, S.S.

Koordinator Bidang Kelembagaan, Riswansyah Muchsin menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawas an terhadap lembaga penyiaran yang dinilai menyajika n konten siaran yang menyimpang dari norma pemberitaan.

Oleh sebab itu, pihaknya akan konsisten mengawal dan mengawasi lembaga penyiaran yang dianggap lalai dalam menyajikan berita bersifat positif.

“Jadi, bentuk pengawasan kita terus perketat siaran konten berita. Sedangkan untuk isi siaran terkait politik, sudah kita koordinasi KPU dan Bawaslu untuk gugus tugas,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pihak KPID Sulsel, sangat berharap di tahun 2019 mendatang lebih banyak lagi dukungan dari semua pihak. Terutama pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dalam hal penganggaran.

“Karena ini yang menjadi penting guna jalannya program program kerja KPID Sulael terutama dalam mengawal serta mengawasi sistem penyiaran,” harap dia.

Riswasnya menyebutkan, dengan adanya dukungan juga memberikan motifasi agar jalanya penyiaran menjadi lebih sehat dan lebih banyak memberikan warna.

“Karena kita ketahui bersama di tahun 2019 ini, kan tahun politik pada pilpres dan ada pemilihan anggota legislatif yang baru. Sehingga tanpa dukungan dari semua pihak Saya rasa kinerja kinerja KPID di Sulsel, kita pasti akan mengalami hambatan – hambatan,” tuturnya.

Menurutnya, kerja-kerja komisi penyiaran Indonesia daerah wilayah Sulsel, dalam menghadapi tahun pemilu tentu banyak hal yang harus di lakukan terutama dalam bidang pengawasan, itu karena kalau misalnya tidak diawasi bisa-bisa kebablasan.

Lanjut dia, KPID punya peran penting dimana sebagai pembelajaran politik, terutama bagaimana mensosialisasikan program program pemerintah atau program-program calon-calon pemimpin di 2019 nanti.

“Ini tentu peran penyiaran lebih diutamakan lebih ditunggu oleh public, penguasaan kita kalau pengawasan terhadap lembaga penyiaran di 2019 untuk kita akan lebih selektif lagi lebih memperketat apalagi apa 2019 itu kantong politik tentunya,”katanya.