Nurdin Abdullah Prediksi Cuaca Ekstrim Hingga Januari

Di hadapan Bupati Kabupaten Barru Suardi Saleh, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah (NA) menyampaikan prediksi cuaca khusus Kabupaten Barru akan berlangsung ekstrim hingga Januari 2018.

Di hadapan Bupati Kabupaten Barru Suardi Saleh, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah (NA) menyampaikan prediksi cuaca khusus Kabupaten Barru akan berlangsung ekstrim hingga Januari 2018.

BARRU, DJOURNALIST.com  –  Di hadapan Bupati Kabupaten Barru Suardi Saleh, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah (NA) menyampaikan prediksi cuaca khusus Kabupaten Barru akan berlangsung ekstrim hingga Januari 2018. Hal tersebut diungkapkan langsung Gubernur dalam sambutannya di posko tanggap darurat banjir yang berada di Gedung Islamic Center Barru, Sabtu 29 Desember 2018. Banjir sendiri terjadi sejak Jumat 28 Desember 2018 kemarin.

Pada kesempatan tersebut, NA langsung memberikan sejumlah bantuan secara simbolis kepada Bupati Barru Suardi Saleh.

“Tentu saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan, belasungkawa dan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah, dua keluarga kita dan ini akibat cuaca ekstrem,” ucapnya.

Gubernur Sulsel yang bergelar Profesor ini menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga ikut prihatin dengan kejadian yang luar biasa terjadi di Kabupaten Barru ini.

“Saya kira Barru ini memang hampir setiap tahun ya Pak Bupati, tetapi tahun ini yang cukup ekstrem. Kejadian ini dan saya dengan Pak Is (Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Teuku Iskandar) akan sama-sama kita coba melihat, mudah-mudahan tahun depan kejadian ini bisa kita hindari Pak, tentu harus kita buat kajian. Kedua tentu kita ingin awal dari musim hujan, kita akan menghadapi cuaca ekstrem ini sampai dengan Januari. Oleh karena itu, mari kita sama-sama lebih waspada memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat baik yang ada di pesisir maupun yang ada di desa-desa, terutama yang menghuni daerah rawan longsor,” harap NA.

Lebih jauh ia menguraikan, berbagai upaya dilakukan untuk terhindar dari bencana. Olehnya itu Pemprov Sulsel bersama Bupati Barru akan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi ini. Dan mungkin untuk tahap awal, dana tanggap darurat akan digunakan, sehingga masyarakat mendapatkan perhatian dari pemerintah. Berikutnya, akan melakukan perbaikan infrastruktur.

“Insyaallah kita akan kita akan lakukan bersama-sama, mungkin ada beberapa hal, itu adalah tanggung jawab balai, baik balai Pompengan maupun Jalan Nasional. Jadi, supaya cepat langkah-langkah mungkin Pak Is nanti kita sebentar ke lapangan, nanti mungkin pada beberapa program-program strategis yang tentu harus kita sama-sama lakukan dan sosial (Kadis) juga hadir ditengah-tengah kita, bersama-sama apa yang harus kita lakukan,” katanya.

Selain itu, Gubernur juga mengisyaratkan dengan keberadaan Basarnas dan pihak Pemprov untuk penanggulangan bencana.

“Ada Basarnas, ada pegang duit juga di sini ada Pak Arwien (Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Sulsel), segera kucurkan pak kalau memang harus segera kita butuhkan. Ada PSDA juga Pak Darmawan, jadi kita sama-sama. Pak Bupati Barru tidak sendiri, kita hadir, provinsi hadir untuk kita sama-sama,” bebernya.

Yang lebih penting bagi dirinya untuk menghindari hal-hal yang kita tidak diinginkan ini adalah awal cuaca ekstrem. Dimana ini seluruh aparatur pemerintahan sampai ke lini di bawah diminta kesiapsiagaannya.

NA menekankan, kehadiran pemerintah adalah salah satu yang dinginkan oleh masyarakat.

“Saya kira bapak ibu sekalian, kita juga prihatin saudara-saudara kita di selat Sunda kemarin, ini sesuatu yang diluar dugaan tidak ada tanda-tanda tidak ada gempa. Tiba-tiba tsunami datang, itulah fenomena alam yang terjadi sekarang ini. Nah, yang terakhir tentu saya ingin sampaikan kepada kita semua alam ini ada yang mengatur. Jadi tidak akan ada yang terjadi tanpa kehendaknya jadi pendekatan agama ini penting,” ujarnya.

NA menambahkan, bagaimana saat dirinya memimpin Kabupaten Bantaeng selama 10 tahun yang kondisinya saat ini sama yang dialami oleh Barru.

“Saya ingat betul 10 tahun menjadi bupati di Bantaeng 2008 itu sama kejadiannya sama. Barru dan Bantaeng itu hampir sama kondisinya, tetapi kuncinya sebenarnya tergantung yang mengatur alam. Kejadian banjir itu karena apa, hujan yang harusnya turun seminggu, satu hari diturunkan. Makanya over, nah kalau doa kita terus meminta supaya kita terlindungi dari mara bahaya Insyaallah,” jelasnya.

Saat di Bantaeng dibangun cek dam kecil, konsentrasi air dari hulu dipecah, ini disebutnya memang membutuhkan biaya sedikit besar, tapi ini sesuatu yang bisa mengatasi banjir setiap tahun.

“Saya kira itu yang bisa saya sampaikan dan yang lebih penting mungkin kita turun ke lapangan kita melihat kondisi dengan apa yang harus kita lakukan, bagi saya adalah bahwa pemerintah harus segera hadir di tengah-tengah duka masyarakat kita. Saya kira demikian, terima kasih pak bupati atas segala upaya anda lakukan,”katanya.