Disdukcapil Sediakan Perekaman E-KTP di Dalam Lapas Makassar

Salah seorang warga binaan di Lapas Kelas 1 Makasar tengah melakukan perekaman e-KTP untuk pemilu 2019.

Salah seorang warga binaan di Lapas Kelas 1 Makasar tengah melakukan perekaman e-KTP untuk pemilu 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Sulsel terus menyelesaikan persoalan e-KTP sebelum pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Kalapas Kelas 1 Makassar, Budi Sarwono mengapresiasi langkah KPU Makassar yang melakukan silaturahmi di lapas ini. Apalagi tahun ini merupakan tahun politik. Lapas kata dia siap membantu apa yang dibutuhkan.

“Persyaratan utama untuk memilih kan harus memiliki e-KTP. Saat ini disdukcapil Makassar tengah melakukan perekaman. Adapun jumlah warga binaan kami sebanyak 978 orang,”katanya.

Baca Juga:

    Bahkan nantinya, sesuai petunjuk KPU Makassar, lapas Makassar bakal menyiapkan 4 TPS yang sebelumnya hanya 3 TPS. Tak hanya itu pihaknya juga akan mengelompokkan tiga klaster dalam melakukan perekaman.Yaitu untuk warga Makassar, Sulsel, dan diluar Sulsel.Yang kebanyakan berasal dari Papua.

    Pantuan Djournalist.com di lapas, hingga pukul 11.00 WITA, baru 30 orang yang melakukan perekaman e-KTP. Adapun jumlah DPT Makassar di pemilu ini sebanyak 96.7567 orang dari jumlah DPT di Sulsel mencapai 6.159.375 orang.

    Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Sulsel, Sukarniaty Kondolele mengatakan perekaman e-KTP sudah berakhir pada 31 Desember 2018 lalu. Tapi bukan berarti perekaman ditiadakan. Sebab sampai saat ini masih ada 300 warga Sulsel yang belum memiliki e-KTP sehingga perlu dilakukan perekaman.

    “Wajib KTP Sulsel sebanyak 6.143.351 jiwa.Cakupan perekaman 96,06 persen. Tersisa 300 orang yang belum melakukan perekaman. Jika mereka tidak melakukan perekaman maka tentu akan dinonaktifkan,”katanya.