Tanaman Padi Terdampak Banjir di Maros 8.332 Hektare, Gowa 5.460 Hektare

Tingginya curah hujan di Kabupaten Gowa mengakibatkan banjir disejumlah titik di Pallangga. Karena hal ini Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan terjun langsung memantau banjir dan mengevakuasi warga, di Pangkabinanga, Pallangga, Selasa 22 Januari 2019.

Tingginya curah hujan di Kabupaten Gowa mengakibatkan banjir disejumlah titik di Pallangga. Karena hal ini Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan terjun langsung memantau banjir dan mengevakuasi warga, di Pangkabinanga, Pallangga, Selasa 22 Januari 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com — Dampak banjir yang terjadi sejak kemarin, Selasa 22 Januari 2019 kemarin berdampak pada tanaman padi milik warga di daerah yang terdampak.

Di Kabupaten Maros misalnya, dari laporan yang diperoleh kerusakan akibat pertanaman padi akibat banjir terjadi di empat kecamatan di Bumi Turikale tersebut.

Di Kecamatan Mandai dengan luas 1.528 hektar, Kecamatan Maros dengan luas 675 hektar, Kecamatan Tanralili dengan luas 2.182 hektare dan Kecamatan Bantimurung dengam luas 3.964 hektare.

Baca Juga:

    Dengan total luasan 8.332 hektar dengan umur bervariasi dari 1-7 minggu. Data ini diperoleh dari POPT Tanaman Pangan kecamatan yang berada di Maros.

    “Semoga air cepat surut dan tidak lebih dari empat hari, sehingga tidak terjadi puso,” harap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Fitriani, Rabu 23 Januari 2019.

    Sementara untuk daerah lain seperti Gowa masih dilakukan pendataan. Data sementara yang diperoleh hingga pukul 11.45 Wita dari tiga kecamatan yakni dengan total 5.460 hektare. Di Kecamatan Bajeng Barat misalnya 1.487 hektare.

    “Gowa sementara pendataan di empat kecamatan termasuk Parangloe dan Bajeng, totalnya 5.460 hektare. Tetapi kami masih sementara mendata,” sebut Fitriani.