HUT ke-48, Asita Sulsel Bersih-bersih Objek Wisata

Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agent (Asita) Sulsel, Didi L Manaba didampingi Ketua Panitia Raker dan HUT Asita, Aliyah Mustika Ilham memaparkan terkait kegiatan HUT ke-48 ASITA. (Foto:djournalist).

Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agent (Asita) Sulsel, Didi L Manaba didampingi Ketua Panitia Raker dan HUT Asita, Aliyah Mustika Ilham memaparkan terkait kegiatan HUT ke-48 ASITA. (Foto:djournalist).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Merayakan hari jadinya yang ke-48 yang jatuh 7 Januari kemarin. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulsel berencana menggelar Rakerda DPD Asita 2 Februari mendatang di Novotel Makassar.

Dengan mengangkat tema Optimalisasi Destinasi Pariwisata di Sulsel, rakerda yang ketiga ini bakal dihadiri 300an travel yang tergabung dalam asosiasi ASITA Sulsel.

Beberapa program yang akan dijalankan dan masalah penting yang tengah dihadapi pariwisata akan menjadi agenda pembahasan, termaksud diantaranya sinergi pemerintah dan pariwisata terkait pengembangan sektor pariwisata dan destinasi baru.

” Termaksud memajukan konektifitas di dua bandara baru di Luwu dan Toraja, dan memajukan destinasi di Toraja, Bulukumba dan Selayar, tiga daerah ini juga akan kita perkenalkan kepada wisatawan, sekaligus mensuport halal tourism,”papar Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agent (Asita) Sulsel, Didi L Manaba di Panbakers Jalan Latimojong, Kamis 24 Januari 2019.

Didi yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel ini juga berharap, rekerda tersebut bakal jadi leding sektor dan motor penggerak pariwisata.

Tidak hanya itu, ASITA sebagai bagian dari Pariwisata Tanah Air turut mendukung penuh program pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan di 2019 ini.

Sebagai organisasi agen perjalanan wisata, pihaknya juga berharap dunia pariwisata terus menggeliat.

Ketua Panitia Raker dan HUT Asita, Aliyah Mustika Ilham menambahkan, selain raker ASITA juga menyelenggarakan bersih-bersih objek wisata.

Kali ini, kawasan Benteng Sombaopu menjadi tujuan program ASITA. Alasannya karena bagaimana mengangkat kembali destinasi wisata bersama pemerintah.

” Alhamdulillah Gubernur sudah setuju dengan hal ini,”tambahnya. (**)