Dompet Dhuafa Sulsel Berbagi 1.000 Paket Makanan Sehat untuk Korban Banjir Sulsel

Hari Gizi Nasional yang jatuh pada hari ini, Dompet Dhuafa Sulsel bekerjasama dengan CCBC (Celebes Cooking and Backing Community), YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN UP3 Makassar Selatan, Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (Isagi) menyalurkan 1.000 paket makanan sehat untuk korban banjir di Makassar dan Gowa .

Hari Gizi Nasional yang jatuh pada hari ini, Dompet Dhuafa Sulsel bekerjasama dengan CCBC (Celebes Cooking and Backing Community), YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN UP3 Makassar Selatan, Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (Isagi) menyalurkan 1.000 paket makanan sehat untuk korban banjir di Makassar dan Gowa .

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Penanganan darurat pada hari keempat pasca bencana banjir dan longsor akibat cuaca buruk di Sulawesi Selatan masih terus berlanjut.

Sejak hari pertama banjir (22/1) lembaga kemanusian Dompet Dhuafa Sulsel telah melakukan respon bencana mulai dari melakukan evakuasi, bantuan medis, hingga mendirikan posko untuk respon banjir Sulsel.

Bertepatan dengan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada hari ini, Dompet Dhuafa Sulsel bekerjasama dengan CCBC (Celebes Cooking and Backing Community), YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN UP3 Makassar Selatan, Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (Isagi) menyalurkan 1.000 paket makanan sehat untuk korban banjir di Makassar dan Gowa pada hari Jumat (25/1).

Adapun titik penyalurannya yaitu BTP Blok AE, Kodam 3 Kelurahan Ketimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Posko Bencana Kampung Nipa-Nipa Kecamatan Manggala, Makassar, Posko Pasar Induk Sungguminasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, dan Posko Jalan Malino, Kelurahan Bontoramba, Kecatan Somba Opu, Gowa.

Meskipun banjir mulai surut namun masih terdapat pengungsi yang bertahan di posko pengungsian karena rumah mereka masih terendam banjir dan beberapa lagi rumahnya rusak berat akibat banjir.

Menurut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Susel, Rahmat HM mengatakan, penyaluran 1.000 paket makanan sehat untuk pengungsi merupakan bagian respon bencana sekaligus memperingati hari gizi nasional.

“Kegiatan ini diharapkan memberi pesan seharusnya masyarakat Indonesia sadar gizi seimbang dan menjaga kesehatan dengan tetap mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi walaupun berada di posko pengungsian. Dompet Dhuafa juga tidak menerima donasi berupa makanan instan, jadi dompet duafa menyalurkan dengan makanan bergizi siap santap,”ujar Rahmat.

Menurut Manager Program Dompet Dhuafa Sulsel, Nurwana mengatakan, bahwa peringatan hari gizi target awalnya adalah anak sekolah, namun berhubung dengan bencana banjir yang terjadi di Makassar, Gowa dan sekitarnya. Maka kegiatan ini dialihkan untuk korban bencana banjir yang lebih membutuhkan. Donasi yang diperoleh dari masyarakat dan YBM UP3 Makassar Selatan kemudian disalurkan dalam paket makanan sehat yang dimasak dan dikemas oleh komunitas CCBC.

“Hingga saat ini, Dompet Dhuafa Sulsel masih terus melakukan respon untuk bencana banjir di Sulawesi Selatan. Mulai dari melakukan evakuasi, pendirian posko bencana, Aksi Layanan Sehat, posko hangat, pendirian dapur umum dan penyaluran logistik,”ungkap Nurwana. (**)