Menghijaukan Kembali Gunung Bawakaraeng Solusi Cegah Banjir

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (Foto:djournalist).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (Foto:djournalist).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menegaskan, bahwa pemerintah harus segera melakukan perbaikan di hulu bendungan, salah satunya menghijaukan kembali Gunung Bawakaraeng serta menjaga lahan-lahan konservasi yang berubah menjadi lahan perkebunan pribadi.

“Akibat bencana ini telah ditemukan 46 orang meninggal dan ada 40 titik banjir serta delapan jembatan putus/rusak di beberapa kecamatan. Kami memohon dukungan anggaran Pemerintah Pusat dan Pemprov Sulsel untuk bisa memperbaiki infrastruktur-infrastruktur yang rusak akibat banjir,” jelas Adnan saat memaparkan laporan kejadian bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia, HM Jusuf Kalla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Minggu 27 Januari.

Hal ini disambut positif oleh Gubernur Sulsel, Prof H Nurdin Abdullah dengan memberikan bantuan 20 milyar rupiah untuk tanggap darurat bagi kabupaten/kota yang tertimpa bencana.

Adnan juga meminta, segera dibangun Bendungan Jenelata tepat di samping Bendungan Bili-Bili agar dapat mereduksi aliran air sebab banjir kemarin selain pembukaan pintu air Bendungan Bili-bili, juga karena adanya arus deras dari aliran air Jenelata sehingga ketemu di hilir.

Sementara Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menambahkan, butuh waktu minimal tiga tahun melakukan perbaikan di daerah-daerah ketinggian.

” Daerah-daerah ketinggian yang ditanami tanaman yang bisa menimbulkan longsor kayak jagung, itu akan diusahakan diganti dengan tanaman keras yang membantu lingkungan,” jelas JK.

Lanjutnya, Baik gubernur dan BNPB akan membantu memperbaiki kerusakan yang ada sesuai aturan dan prosedur yang ada.

JK mengimbau agar menjaga lingkungan, perbaikan hutan, DAS daerah aliran sungai diperbaiki. Masalah lain adalah penduduk makin bertambah, sawah-sawah yang menyerap air atau daerah-daerah cekungan yang terdapat air, dibangun bangunan sehingga menimbulkan daya serap lahan itu berkurang.

JK menyebutkan bahwa peringatan harus diberikan kepada masyarakat. Daerah yang terkena banjir seperti di Makassar, terkena akibat air dari Gunung Bawakaraeng.

Diketahui, Rapat dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Prof H Nurdin Abdullah dan turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. (***)