Archie, Penciumannya Kuat, Radiusnya Sampai 2 Kilometer

Archie, Anjing pelacak andalan milik Direktorat Shabara Polda Sulsel.(foto:ist)

Archie, Anjing pelacak andalan milik Direktorat Shabara Polda Sulsel.(foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Direktorat Polda Sulsel bersama tim pencarian korban longsor dan banjir Kabupaten Gowa menurunkan tim K9, anjing pelacak andalan milik Direktorat Shabara Polda Sulsel.

Dalam tempo enam hari sejak diturunkan Kamis 24 Januari 2019, tim K9 telah banyak menemukan korban tanah longsor di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.

Anjing berkulit belang ini biasa dipanggil Archie. Ia bekerja mengendus timbunan tanah dan reruntuhan bangunan pada sebuah bencana alam.

Baca Juga:

    Berbeda dengan anjing yang biasanya, ketajaman penciumannya tak perlu diragukan. Anjing asal Belanda ini mampu membedakan 273 jenis bau. Penciumannya kuat. Radiusnya sampai 2 Kilometer bahkan jika dia kelelahan dan dalam cuaca dingin penciumannya tetap tajam.

    Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, Archi K9 adalah anjing andalan milik Direktorat Shabara Polda Sulsel yang telah banyak menemukan korban tanah longsor di Desa Pattallokang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.

    “Walaupun mayat tertimbun tanah lebih dari 3 meter, Archi masih bisa mengendus keberadaan masyarakat yang tertimbun tanah longsor,” ungkap Dicky.

    Kata Dicky, beberapa mayat berhasil ditemukan satgas bencana alam karena pelacakan Archi.

    “Anjing kebanggaan Polda Sulsel ini telah banyak menemukan mayat dalam evakuasi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala beberapa waktu lalu,” paparnya.

    Sementara itu, Dir Shabara Polda Sulsel Kombes Pol Joni Triharto menjelaskan, bahwa Archi sudah dimiliki Polda Sulsel sejak tahun 2013 yang lalu.

    “Kemarin waktu di Sulawesi Tengah (Sulteng) kurang lebih 30 mayat yang berhasil ditemukan dan kemarin di Gowa ada 8 mayat yang berhasil diidentifikasi keberadaannya,” ungkap Joni.

    Joni menambahkan, ada beberapa jenis anjing yang dimiliki oleh Dit Shabara Polda Sulsel.

    “Untuk Archi, dia merupakan K9 jenis pointer dari Belanda spesialis mengendus mayat,” bebernya.

    Sementara untuk batas penciumannnya, kata Joni, Archi tidak ada batasan sepanjang pori-pori dalam tanah bisa terdeteksi.

    Untuk makanan sendiri, Archi memiliki makanan khusus dan tidak boleh diberi makan lain.

    “Archi makan dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore hari. Makanannya biasanya khusus dog food,” paparnya.

    Archi, kata Kombes Joni, di drop dari Mabes Polri yang setengah jadi dan kemudian di Polda Sulael dilatih oleh seorang pawang.

    “Khusus Archi, dia dilatih oleh Bripka Febri,” pungkasnya.(***)