Teller Cantik Bank BRI Tilep Duit Nasabah, Caranya Gandakan Slip Setoran dan Buku Tabungan

Polda Sulsel menangkap seorang teller Bank Rakyat Indonesia (BRI). Rika tertangkap karena menilep 47 uang nasabah yang disetor ke Bank. Karyawati BRI itu diamankan oleh pihak Polda Sulsel saat berada di Hotel Gamara Makassar

Polda Sulsel menangkap seorang teller Bank Rakyat Indonesia (BRI). Rika tertangkap karena menilep 47 uang nasabah yang disetor ke Bank. Karyawati BRI itu diamankan oleh pihak Polda Sulsel saat berada di Hotel Gamara Makassar.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Polda Sulsel menangkap seorang teller Bank Rakyat Indonesia (BRI). Rika tertangkap karena menilep 47 uang nasabah yang disetor ke Bank. Karyawati BRI itu diamankan oleh pihak Polda Sulsel saat berada di Hotel Gamara Makassar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, Rika telah melakukan aksinya sejak Bulan April 2018 lalu. Modus yang digunakan Rika dengan menggadakan slip setoran dan buku rekening nasabah.

“Pada saat nasabah menyetor uang, tersangka menerima uang tersebut dan mencetak slip sesuai dengan jumlah yang disetorkan nasabah. Namun tersangka kemudian mengambil dana nasabah tersebut dengan memasukkan tanda tangan pada slip penarikan kemudian tersangka menginput jumlah nominal dana yang akan ditarik pada sistem BRINET BRI,” jelas Dicky, Rabu 30 Januari 2019.

Baca Juga:

    Untuk menyembunyikan aksinya, kata Dicky, slip penarikan tersebut disimpan oleh tersangka di Kantor BRI sebagai bukti kas penarikan tunai sehingga pihak nasabah dan pihak BRI tidak mengetahui bahwa tersangka telah mengambil uang nasabah.

    Dalam aksinya tersebut, Rika telah menilep uang Rp2, 3 miliar. Uang tersebut, kemudian digunakan oleh tersangka untuk membayar cicilan rumah, satu kendaraan roda empat, dua kendaraan roda dua dan eberapa perhiasan emas dan kebutuhan lainnya.

    Akibat aksinya tersebut kata Dicky, Rika diancam dengan pasal 49 ayat (1) huruf (a), (b),(c) undang – undang RI nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas undang – undang RI Nomor 07 tahun 1992 tentang perbankan dengan ancaman hukuman sekurang – kurangnya lima sampai dengan 15 tahun penjara dan denda Rp10  hingga Rp 20 Juta.