Berebut Sepetak Kebun, Pria di Makassar Ini Ayunkan Parang ke Paman Istrinya

ilustrasi.

ilustrasi.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Unit Reskrim Polsek Biringkanaya berhasil menangkap pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) terhadap korban Hamzah.

Anggota Reskrim Polsek Biringkanaya yang dipimpin langsung oleh Panit 2  Reskrim, Ipda Abidin menangkap tersangka lelaki SP alias Afar (26) warga BTN Batara Ugi, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Rabu 30 Januari 2019.

SA alias Afar ditangkap berawal dari laporan istri korban mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban (suami pelapor) yang terjadi di belakang GOR Sudiang.

Mendapat informasi tersebut, Unit Reskrim dipimpin Panit 2, Ipda Abidin langsung mendatangi tempat kejadian, dan berhasil menangkap tersangka SA Alias Afar di rumah iparnya di Jalan Pajjaiang depan GOR.

Selain mengamankan SA alias Afar polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang tersangka gunakan menganiaya korban.

Di hadapan petugas, SA alias Afar mengakui dirinya telah menganiaya korban menggunakan parang.

Ipda Abidin menerangkan, bermula korban mendatangi tersangka di kebun, kemudian korban menyampaikan ke tersangka, bahwa korban ingin mengambil kembali kebun yang sedang dikerjakan oleh tersangka, sehingga kemudian terjadilah pertengkaran antara korban dan tersangka.

“Tersangka mengayunkan parangnya ke arah korban satu kali mengenai telinga dan kepala korban mengakibatkan luka,” ucapnya.

Panit 2 Ipda Abidin mengungkapkan, motif penganiayaan tersebut diduga kuat karena tersangka tidak terima ketika korban ingin menggarap / menguasai kembali kebun yang sedang digarap oleh tersangka.

“Juga tersangka kesal karena sebelumnya korban sering mengambil hasil kebun tersangka seperti pisang, ubi dan jagung tanpa sepengetahuan tersangka,” ungkap Ipda Abidin.

Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka penganiayaan yang dialaminya, sedang tersangka dan parang yang dipergunakan sudah diamankan di Polsek Biringkanaya untuk proses penyidikan. (**)