Penggelapan Uang Parkir di Makassar, Kejati Bidik Direksi PD Parkir

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Tarmizi.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Tarmizi.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus terus menelusuri siapa yang bertanggung jawab dalam dugaan korupsi yang terjadi di perusahaan PD Parkiran Makassar Raya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Tarmizi mengatakan, kasus tersebut telah dinaikan statusnya ke tahap penyidikan, dan pihaknya telah memeriksa sepuluh saksi dari Direksi PD Parkir Makassar.

“Perkiraan sudah lebih 10 orang, tentunya semua yang terkait. Berapa jumlahnya, nanti kita maksimalkan,” kata Tarmizi.

Substansi dari penyidikan tersebut lanjut Tarmizi berkaitan dengan pengusutan dugaan penggelapan uang parkir sejak tahun 2008 hingga 2017.

“Nah PD parkir ini kan tentunya ada badan hukumnya. Siapa direkturnya, siapa bendaharanya, semuanya akan diperiksa dan siapakah yang akan bertanggung jawab secara pidana. Itu akan didapatkan pada penyidikan,”beber Tarmizi.

Diketahui penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran pada Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya Makassar bermula dari adanya hasil audit independen yang menemukan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran di PD Parkir Makassar Raya sebesar Rp 1.900.000.000 pada tahun 2008 hingga tahun 2017.

Berdasarkan hal tersebut, tim bidang Pidana Khusus Kejati Sulsel turun menyelidiki kasus PD Parkir Makassar Raya itu dengan dilengkapi surat perintah penyelidikan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) bernomor Print-560/R.4/Fd.1/11/2018 tanggal 19 November 2018. (**)