Penerimaan Maba Mendatang, Unhas Buka S2 Teknik Industri dan S3 Akuntansi

Ilustrasi. (Foto:ist)

Ilustrasi. (Foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Universitas Hasanuddin kembali akan membuka Program Studi Magister dan Doktor terbaru. Ada 2 prodi yang baru saja memperoleh persetujuan akreditasi minimum dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D mengatakan, 2 prodi tersebuat adalah S2 Teknik Industri dan S3 Akuntansi. Dari hasil penilaian asesor pembukaan prodi baru hasil nya telah diumumkan dan dapat dilihat di website BAN-PT. Kedua SK persetujuan tersebut memang telah dinantikan sejak awal tahun ini.

“Akreditasi minimum sebagai syarat pembukaan prodi baru tersebut berdasarkan SK BAN-PT tertanggal 07 Februari 2019. Berlaku selama 2 tahun, dimana selanjutnya harus mengajukan akreditasi lagi,” kata Suharman.

Sebagaimana SOP pembukaan prodi baru khususnya pada PTN Badan Hukum, BAN-PT melakukan pemeriksaan borang usulan sampai kesiapan sumberdaya baik berupa sarana prasarana maupun dosen.

Namun sebelumnya melalui proses internal yang sangat ketat di Unhas memalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) dan Senat Akademik Unhas.

“Dengan akreditasi minimum ini, Unhas akan segera membuka prodi S2 Teknik Industri dan S3 Akuntansi dalam waktu dekat, tinggal menunggu pengesahan melalui surat keputusan Majelis Wali Amanat. Bagi calon mahasiswa yang berminat mendaftar silahkan mempersiapkan berkas anda dari sekarang,” kata Suharman.

Untuk pengelolaan, S2 Teknik Industri akan berada di Fakultas Teknik. Menjadi prodi S2 ke-7 yang akan dibina di FT Unhas. Sementara itu, dengan pembukaan S3 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis akan menyelenggarakan 2 prodi S3.

Rektor Unhas menyampaikan apresiasi kepada FT dan FEB yang telah mempersiapkan usulan pembukaan prodi ini sejak lama. Prof Dwia berharap 2 prodi baru ini akan semakin mempertegas peran penting Unhas di Indonesia serta dapat memberi kontribusi keilmuan yang berkelanjutan untuk Unhas dan masyarakat. (***)