Warga Pesisir Pantai Tanjung Bayang Keluhkan Tumpukan Sampah Kayu

Warga sekitar pesisir pantai angin Mammiri dan Tanjung Bayang mengeluhkan adanya tumpukan sampah kayu pasca banjir yang melanda Makassar dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

Warga sekitar pesisir pantai angin Mammiri dan Tanjung Bayang mengeluhkan adanya tumpukan sampah kayu pasca banjir yang melanda Makassar dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Warga sekitar pesisir pantai angin Mammiri dan Tanjung Bayang mengeluhkan adanya tumpukan sampah kayu pasca banjir yang melanda Makassar dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

Meski banjir telah berlalu, tumpukan ranting kayu dan kayu berukuran besar masih menumpuk.

Hingga kini warga masih terlihat bergotong royong membersihkan tumpukan sampah di daerahnya.

Gergaji mesin potong pun digerakkan untuk memotong-motong bongkahan kayu berukuran besar, ranting-ranting pohon yang makin menumpuk di area itu.

LPM sebagai pengelola berusaha bergotong royong bersama warga pesisir tapi hasilnya tidak maksimal dikarenakan volume sampah yang begitu banyak sulit untuk dibersihkan dengan alat seadanya.

” Kami butuh alat berat untuk mengangkutnya seperti excavator, mobil truck dan alat berat lainnya,”ujar salah seorang warga.

Selain itu, masyarakat keluhkan kenyamanan area pantai Tanjung Bayang dengan adanya sampah tersebut. Pasalnya, akses permandian tanjung bayang dan anging mammiri kurang diminatu pengunjung, akibat tumpukan kayu dalam skala besar.

Warga berharap, pemerintah dalam hal ini dinas pariwisata dan dinas lingkungan hidup serta pejabat setempat segera turun tangan mengatasi masalah tersebut.

” Kami sangat dirugikan dampak pasca banjir. Pengunjung yang biasanya hari sabtu dan minggu d padati orang-orang, ini sepi. Coba lihat sendiri. Pengunjung lebih memilih ke waterboom atau ke pantai galesong dari pada ke tempat ini,”keluh Warga. (**)