Menlu Retno: Pemerintah Tetap Berupaya Membebaskan Dua WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Menlu Retno Marsudi saat Talkshow di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassa, Sabtu (24/2/2019)

Menlu Retno Marsudi saat Talkshow di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L Marsudi menyatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan otoritas pemerintah Filipina terkait penyanderaan dua Warga Negara Indonesia (WNI) oleh milisi Abu Sayyaf.

Retno mengatakan selain dua WNI yang ditahan Abu Sayyaf, juga ada satu warga negara Malaysia yang juga disandera. Retno juga mengaku Kemenlu sudah mengupayakan beberapa cara untuk membebaskan dua WNI.

“Upayanya macam-macam. Kita kontak dengan otoritas-otoritas yang paling basic adalah melakukan komunikasi dengan otoritas yang berada di Filipina. Kita juga berkomunikasi dengan pemilik kapal, karena pemilik kapalnya adalah warga malaysia, dan sebagainya,” ujarnya saat ditemui di sela-sela Talkshow di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu 23 Februari 2019.

Selain itu, kata dia, Kemenlu juga menjalin komunikasi dengan intelejen untuk mendapatkan informasi lapangan yang ada di Filipina. Hal itu dilakukan guna memberikan informasi kepada keluarga korban tentang kondisi keluarganya yang ditahan Abu Sayyaf.

“Keluarga merupakan bagian penting dari upaya kita. Oleh karena itu, keluarga sudah kita hubungi dan setiap kali update dengan upaya yang kita lakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan upaya pembebasan dua WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf bukan perkara mudah. Meski demikian, Kemenlu akan terus berupaya untuk melindungi warganya di luar negeri.

“Paling penting pemerintah terus berupaya, karena perlindungan warga negara Indonesia merupakan salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar video tentang penyanderaan dua WNI oleh Abu Sayyaf. Diduga, dua WNI tersebut disandera oleh Abu Sayyaf sejak 5 Desember lalu.