92 WNA di Sulsel Berhak Mendapatkan E-KTP

Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dukcapil Dakduk) Sulawesi Selatan Sukarniaty Kondolele.

Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dukcapil Dakduk) Sulawesi Selatan Sukarniaty Kondolele.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dukcapil Dakduk) Sulawesi Selatan Sukarniaty Kondolele mengatakan berdasarkan data imigrasi Januari 2019, jumlah Warga Negara Asing (WNA) di Sulawesi Selatan sebanyak 2.581 orang. Dari angka itu, 92 orang diantaranya berhak mendapatkan KTP Elektronik (e-KTP).

Ia mengungkapkan, itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 63, KTP elektronik untuk orang asing ada masa berlaku sesuai izin tinggal tetapnya.

“Jadi memang merupakan amanah dari undang-undang. Untuk penerbitan KTP elektronik bagi WNA memang dibolehkan dan tidak terbatas hanya bagi warga negara asing cina saja, selama warga negara asing tersebut telah memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap) serta memenuhi persyaratan yang telah diatur dalam Undang-Undang,”ujar Sukarniaty ketika dihubungi Djournalist.com, Rabu 27 Februari 2019 malam.

Baca Juga:

    Saat ini yang terdata untuk pemegang Kitap sebanyak 92 orang. Tetapi mereka belum melakukan perekaman e-KTP.

    “Belum melakukan perekaman.Tapi yang terdata untuk pemegang Kitap sebanyak 92 orang,”tutur Sukarniaty.

    Sukarniaty menambahkan, total WNA di Sulsel sebanyak 2.581 orang. Terdiri dari tenaga kerja asing 255, pengikut (isteri dan anak TKA)/ yayasan perorangan 71, mahasiswa 99, peneliti 4, pemegang ITAP 92, warga binaan pemasyarakatan nihil, dan imigran ilegal 1.873 orang. (**)