Resedivis Diduga Cabuli Bocah Belia di Kecamatan Mariso

Ilustrasi. (foto: ist)

Ilustrasi. (foto: ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Seorang pemuda pengangguran bernama Kiki, (18) warga RT 5, RW 1, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso, Makassar yang tidak lain adalah residivis dilaporkan telah mencabuli seorang anak perempuan berinisial AL, (6), tetangganya sendiri di rumah susun Kelurahan Lette, Selasa 26 Februari pagi.. Kasus itu kini ditangani Polrestabes Makassar, pelakunya berhasil diringkus, Rabu 27 Februari 2019 malam

Oleh warga setempat, pemuda Kiki yang hanya tinggal serumah bapak dan adiknya karena ditinggal pergi ibunya ke Sulawesi Tengah ini dikenal sebagai anak berandal. Sebelumnya sudah pernah berurusan dengan polisi karena mencuri motor milik tetangganya. Saat itu usia Kiki masih belia.

Saat didatangi kompleks rusunnya di Kelurahan Lette, rumah korban dan rumah pelaku yang hanya berbatasan dinding tembok di lantai 3 itu tampak sepi. Seorang ibu warga di kompleks rusun itu juga yang enggan menyebut namanya mengatakan, keluarga korban sementara ini sengaja ke rumah orang tuanya dulu atau nenek korban di jl Serigala untuk menenangkan diri.

Baca Juga:

    Sementara rumah pelaku yang hanya dihuni oleh bapak dan adiknya juga kosong. Bapak pelaku keluar kerja. Demikian juga dengan rumah kakek pelaku di rusun itu, yang seorang imam masjid di Kelurahan Lette, tampak sepi.

    Ketua RT 5, Mariani, (42) dan ketua RT 6, Syamsuniar, (54) yang sempat ditemui, Kamis, (28/2) mengatakan sempat berusaha menenangkan keluarga korban agar tidak terjadi keributan lebih parah setelah kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Kiki terhadap anak di bawah umur, tetangganya itu terbongkar.

    “Korban bersama keluarganya ke rumah orang tuanya dulu. Kalau di rumah korban memang sepi karena bapaknya keluar kerja. Rumah kakek pelaku, imam masjid masih tetanggaan di lantai 2 rusun itu juga sepi karena sudah sakit-sakitan. Sementara pelaku kabarnya sudah ditangkap polisi,” tutur Syamsuniar.

    Lebih jauh dijelaskan, kejadiannya Selasa lalu, (26/2). Terungkap saat HH ibu korban yang habis buang hajat di toilet umum rusun lantai 3 tidak melihat anaknya AL dan menanyalan ke putri sulungnya tapi tidak ada yang tahu putri bungsunya itu di mana. Saat melihat sandal putrinya itu ada di depan rumah petak pelaku persis di sisi rumah petaknya, HH ibu korban langsung curiga dan keluarlah korban AL dari rumah petak pelaku sambil menangis dan memegang selembar uang Rp 1000.

    “Anak AL ini menangis dan sampaikan ke ibunya kalau mulutnya sudah dibekap oleh pelaku. Ibu HH langsung memarahi pelaku yang masih ada di rumahnya dan bertanya anak itu sudah diapakan. Pertengkaran ibu HH dan Kiki pelaku ini jadi perhatian warga hingga akhirnya bapak korban yang seorang driver ojek online tiba di rumah,” tutur Syamsuniar.

    Sementara itu pelaku Kiki siap-siap mau melarikan diri. Sikapnya seperti mau menantang dengan menarik gas sepeda motornya sekencang-kencangnya lalu pergi. Bapak korban, berinial MA hendak mengejar namun ditahan oleh tetangga. Disarankan untuk segera melapor ke Polsek Mariso.

    “Dari keterangan ibu korban kalau anak AL ini juga mengaku sebelumnya sudah pernah mendapat perlakuan yang sama. Alat vitalnya diraba-raba oleh pelaku yang sama,” ujar Syamsuniar yang juga ketua forum peduli anak Kelurahan Lette ini.

    Ditambahkan, pagi tadi di sempat ke RS Bhayangkara karena mendapat informasi bahwa pelaku yang juga masih warga rusun itu sudah ditangkap dan ditembak polisi. Namun setiba di sana, pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Makassar setelah mendapat perawatan medis.

    Adapun Wakil kepala satuan reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fatur yang dikonfirmasi membenarkan kejadian dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur itu. Namun lebih lengkapnya, data masih dikumpulkan.