Unhas Menyapa Alumni di Matsuyama City, Ehime Prefektur, Jepang

Rektor Unhas menyempatkan diri bertemu dengan alumni Unhas yang berada di Matsuyama dan sekitarnya.

Rektor Unhas menyempatkan diri bertemu dengan alumni Unhas yang berada di Matsuyama dan sekitarnya.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Dalam lawatan ke Kota Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang dalam rangka perpanjangan MoU 3 pihak (Ehime University, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Unhas) Rektor Unhas menyempatkan diri bertemu dengan alumni Unhas yang berada di Matsuyama dan sekitarnya. Alumni yang bermukim di Shikoku Island (Ehime, Kochi dan Kagawa). Acara itu bertajuk “Unhas Menyapa Alumni”.

Acara ini adalah kegiatan berseri yang dilakukan oleh Unhas untuk mengundang alumni untuk peduli dan selalu berkontribusi terhadap almamaternya dengan mendatangi “kantong-kantong” domisili alumni Unhas baik di Indonesia maupun di luar negeri.

“Kegiatan menyapa alumni kali ini dilaksanakan Selasa, 5 Maret 2019 bertempat di ruang 215 Aidai Museum Kampus Ehime University Johoku, Matsuyama.

Berlangsung dalam suasana kekeluargaan ala masyarakat Jepang, acara ini dihadiri setidaknya 40 orang.

” Alumni Unhas yang berada di Matsuyama dan sekitarnya memang didominasi oleh mahasiswa yang sementara melanjutkan pendidikan master maupun doktoralnya di kota tersebut,’’ kata Suharman Hamzah, PhD., Direktur Komunikasi/Sekretaris Rektor Unhas yang turut hadir pada acara ini.

Dalam pengantar acara Aga Kareba Alumni-Unhas Menyapa Alumni, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menyampaikan 2 hal penting yaitu sesi terkait Generasi Emas Indonesia 2045 dan sesi terkait capaian Unhas terkini.

Acara yang dipandu oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kemitraan Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, PhD., ini turut dihadiri oleh beberapa Professor Ehime University yang pernah melakukan penelitian dan kerjasama dengan Unhas.

Pada sesi Generasi Emas Indonesia 2045, Prof Dwia mengajak mahasiswa asal Indonesia untuk berkontribusi pada bangsa dan negara untuk mencapai Indonesia yang sejahtera 2045.

Mengacu pada 4 pilar visi Indonesia 2045 yaitu: SDM dan iptek, ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan ketahanan nasional serta tata kelola pemerintahan. Selain itu ada setidaknya 10 tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini yang dapat dipecahkan tentunya dengan pendekatan ilmu pengetahuan.

Turut ditekankan dalam paparan ini adalah tantangan di era disrupsi khususnya terkait model bisnis, pekerjaan, pendidikan, aset dan virtual. Pada bagian akhir sesi ini disampaikan pula perlunya penyiapan karakter menuju generasi produktif dengan 10 keterampilan yang tidak bisa tergantikan oleh robot.

Di sesi selanjutnya, Prof Dwia menjelaskan capaian Unhas terkini. Pada bagian ini ditampilkan ringkasan prestasi dan kemajuan yang telah Unhas peroleh dalam mendukung peran strategis Unhas sebagai “hub” pendidikan tinggi Indonesia. Apa yang akan dicapai ditahun yang akan datang, tantangan Unhas menuju universitas kelas dunia, serta optimisme membangun Unhas dengan dukungan alumninya menjadi topik pembicaraan yang hangat.

Alumni yang antusias mendengarkan, juga mengajukan beberapa pertanyaan dan masukan menambah hangat suasana pertemuan pada kondisi cuaca yang masih dingin di Kota Matsuyama.

Acara menyapa alumni ini dilanjutkan dengan makan siang bersama di Shokudo (kantin) Ehime University. Dalam suasana makan siang yang tidak terlalu ramai karena aktivitas kampus masih libur ini dimanfaatkan oleh alumni Unhas untuk berfoto bersama maupun selfi dengan Ibu Rektor.(rilis)