Dies Natalis ke-67 Tahun Fakultas Hukum Unhas Berlangsung Meriah

Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) merayakan momentum peringatan Dies Natalis ke-67, Minggu, 10 Maret 2019.

Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) merayakan momentum peringatan Dies Natalis ke-67, Minggu, 10 Maret 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) merayakan momentum peringatan Dies Natalis ke-67, Minggu, 10 Maret 2019.

Acara yang berlangsung sejak pukul 06.00 WITA ini dihadiri oleh seribuan undangan, pimpinan universitas dan fakultas se-Unhas, dosen, mahasiswa, dan alumni.

Turut hadir pula pada momentum ini, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga Hakim Konstitusi Prof. Dr. Aswanto, SH, MH, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Roem, Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Ketua MWA Unhas, Prof. Dr. H. Basri Hasanuddin, MA, Ketua Senat Akademik Unhas, Prof. Dr. Dadang Achmad Suriamihardja, beberapa bupati dan wakil bupati di Sulawesi Selatan.

Baca Juga:

    Perayaan Dies Natalis ke-67 ini diawali dengan jalan santi mengelilingi kampus Unhas. Pengibaran bendera start dilakukan oleh Rektor Unhas didampingi beberapa pejabat terkait.

    Dalam sambutan pengantarnya, Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Farida Patitingi, SH, M.Hum mengatakan bahwa perayaan dies natalis kali ini mengambil tema “Dedikasi Untuk Negeri”, sebagai wujud kematangan Fakultas Hukum Unhas.

    “Dewasa ini, Fakultas Hukum Unhas memiliki alumni yang tersebar pada berbagai posisi strategis di tanah air. Ada Hakim MK, Komisioner KPK, Sekjen MK, Hakim Agung, Dirjen, Gubernur, Ketua DPRD, dan lain-lain. Sehingga kami memilih tema tersebut, sebagai gambaran dan motivasi untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Prof. Farida.

    Momentum Dies Natalis ini diisi juga dengan peresmian beberapa sarana dan prasarana yang telah dipersiapkan selama setahun terakhir, yaitu gedung perpustakaan, pusat lembaga kemahasiswaan.

    “Sebenarnya, kami juga sedang membangun Aula yang dinamakan Aula Baharuddin Lopa. Bangunan ini menelan biaya sebesar 4,7 milyar. Namun saat ini masih dalam tahap penyelesaian, sehingga belum dapat diresmikan penggunaannya. Sementara untuk perpustakaan yang dibangun dengan dana sumbangan dari Bapak Gubernur Syahrul Yasin Limpo sebesar 1 milyar, dan dana fakultas hukum Unhas sebesar 1,7 milyar,” kata Prof. Farida.

    Prof Farida juga menjelaskan bahwa saat ini Fakultas Hukum Unhas telah memperoleh standarisasi internasional AUN-QA, dimana ini merupakan satu-satunya di luar Pulau Jawa.

    “Di seluruh Indonesia, baru ada 4 prodi ilmu hukum yang telah terstandarisasi AUN-QA. Fakultas Hukum Unhas adalah salah satu diantaranya. Tiga yang lain semuanya di Pulau Jawa,” papar Prof Farida yang disambut aplaus meriah hadirin.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas yang juga merupakan mantan Gubernur Sulsel, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, M.Si, mengapresiasi capaian fakultas tempatnya pernah mengenyam pendidikan ini.

    “Fakultas Hukum adalah pilarnya Unhas. Ibu dekan ini juga salah satu pilarnya Unhas. Tidak ada yang berarti yang tanpa hadirnya hukum yang tegak,” kata Syahrul dalam sambutan singkatnya.

    Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, mengemukakan kebanggannya kepada fakultas ini. Memasuki usianya yang ke-67, yang bahkan lebih tua dari Universitas Hasanuddin sendiri, fakultas ini telah mencatatkan banyak sekali capaian-capaian, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional.

    “Sekarang ini Fakultas Hukum sudah terakreditasi internasional. Maka saya meminta agar segera dibuka kelas internasional. Ini akan menambah bobot Unhas dalam reputasi globalnya. Maka saya selalu memberi dukungan bagi setiap upaya inovatif, bukan saja bagi Fakultas Hukum Unhas, tapi juga bagi seluruh fakultas yang ada di Unhas,” papar Prof Dwia dalam sambutan singkatnya.

    Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan salam hormat dari Gubernur Sulsel yang tidak dapat hadir pada kesempatan ini, karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

    “Beliau sangat ingin hadir, namun karena tugas yang tidak bisa diwakilkan maka beliau meminta saya untuk mewakili,” kata Wagub Sudirman.

    Beliau menjelaskan bahwa dalam era pemerintahannya saat ini, dirinya dan Gubernur berkomitmen melanjutkan hal-hal baik yang telah digagas oleh pemerintahan sebelumnya. Pemprov Sulsel mengakui pentingnya peran perguruan tinggi, sehingga setiap kebijakan strategis yang akan diambil selalu melibatkan perguruan tinggi.

    “Untuk tujuan itu, maka Pemprov telah berkomitmen menjadikan Unhas sebagai mitra penting dalam pembangunan di daerah ini. Kami butuh dukungan Unhas, dan kami akan mendukung Unhas. Wujud nyata dukungan Pemprov kepada Unhas adalah alokasi anggaran yang signifikan untuk Unhas. Tahun 2019 ini kami mengalokasikan anggaran khusus untuk Unhas sebesar 30 milyar. Ini sifatnya bottom-up. Jadi silahkan Unhas mengajukan proposal untuk menggunakan dana ini,” kata Wagub Sudirman.

    Pada momentum perayaan Dies Natalis ke-67 ini, Fakultas Hukum Unhas juga menggelar Law Job Fair. Puluhan perusahaan jasa bantuan hukum, yang sebagian besar dijalankan oleh alumni-alumni Fakultas Hukum Unhas membuka peluang bagi alumni-alumni baru.(***)