Warga Mariso Minta BPOM Lebih Sering Sosialisasi

Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat bekerjasama BPOM Sulsel melakukan sosialisasi ke warga Mariso di Hotel Grand Cenderawasih, Jalan Cenderawasih, Selasa 12 Maret 2019.

Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat bekerjasama BPOM Sulsel melakukan sosialisasi ke warga Mariso di Hotel Grand Cenderawasih, Jalan Cenderawasih, Selasa 12 Maret 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat bekerjasama BPOM Sulsel melakukan sosialisasi ke warga Mariso di Hotel Grand Cenderawasih, Jalan Cenderawasih, Selasa 12 Maret 2019.

Sosialisasi tersebut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai obat, makanan dan kosmetik yang mengandung zat berbahaya.

BPOM juga mengimbau masyarakat mengenai potensi peredaran obat, kosmetik dan dan makanan di tengah perkembangan era pasar bebas seperti saat ini.

Kepala Bidang Infokom BPOM Pusat, Dra Erni Arnida Apt MH menuturkan, konsumen harus cerdas dan berhati-hati dalam memilih produk pangan.

Sebagai contoh kata Erni, perhatikan ciri-ciri produk pangan yang mengandung formalin atau boraks, ” bila ragu tidak perlu dibeli,”tegas Erni.

” Banyak yang menyalahgunakan boraks pada pangan, misalnya sebagai pengenyal pada bakso dan empek-empek dan perenyah krupuk. Padahal itu sangat berbahaya bagi kesehatan, bisa menganggu susunan syaraf pusat, ginjal dan hati,”tambah Erni.

Senada Kepala Subdit Inspeksi Ekspor Impor dan Iklan Pangan Direktorat Pengawasan Pangan Risiko Rendah dan Sesang Badan POM Sulsel, Neni Yuliza S.si Apt juga mengingatkan, jika produk kosmetik yang digunakan tidak terdaftar dalam BPOM, sebaiknya jangan digunakan.

Utamanya kata Erni, produk kosmetik yang banyak mengandung merkuri/air raksa, Hidrokinon, Asam retinoat, pewarna merah K3 dan rhodamin.

” Biasanya banyak terkandung di dalam kosmetik pemutih, dan lipstik dengan warna mencolok, jangan juga gunakan kosmetik rusak atau berubah warna, dan berubah bentuk, karena pemakaian dalam jangka lama bisa merusak fungsi hati, “sebutnya.

Anggota DPR RI Komisi IX Aliyah Mustika menambahkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai konsumen cerdas.

Pertama, konsumen harus perhatikan kondisi kemasan dipastikan masih tersegel atau tidak, kedua perhatikan lebelnya, masih layak atau tidak, ketiga izin beredar serta tanggal edar produk.

Pantauan Djournalist, peserta mengikuti dengan antusias hingga kurang lebih 3 jam kegiatan.

Peserta mengharapkan agar kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin sehingga pengetahuan masyarakat mengenai produk obat dan makanan ilegal bertambah, masyarakat bisa terlindungi dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.

Nuryanti salah satu peserta sosialisasi berharap, sosialisasi seperti ini bisa dilakukan dengan lebih gencar dan sering, agar masyarakat mengetahui dan memahami mana barang yang memiliki izin dan mana yang tidak, serta mana barang yang berbahaya dan mana yang tidak.

Dirinya juga berharap, pihak terkait dapat juga menindak tegas produsen – produsen yang mengedarkan berbagai barang kosmetik, obat – obatan, dan makanan yang mwngandung bahan yang berbahaya yang banyak beredar di online. (***)