Miris, Pembiaran Pasutri Bercumbu di Depan Umum Berlaku di Lapas Makassar

MAKASSAR. DJOURNALIST.com – Calon Anggota DPR RI, Hj Erna Rasyid Taufan (ERAT) berang melihat aksi pembiaran pasangan suami istri (pasutri) bermesraan di depan umum di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sari, Kota Makassar.

Saat mengunjungi salah satu kerabatnya di Lapas itu, Caleg Golkar yang juga Ketua Forum Kajian Cinta Alquran Parepare ini menegur petugas Lapas lantaran pembiaran itu.

Erna menilai, perilaku pasutri bermesraan yang seharusnya dilakukan di tempat tertutup itu sangat  bertentangan dengan ajaran Islam.

Bahkan kata dia, menceritakan saja  dilarang apalagi mempertontonkan di depan umum.

Dalam Alquran, lanjut Pembina Majelis Anak Sholeh ini, perilaku tersebut merupakan perbuatan mungkar, selain menebarkan perbuatan tidak senonoh juga akan membangkitkan hawa nafsu orang lain atau bahkan mengundang mereka untuk melakukan hal yang sama di depan umum.

“Saya tidak setuju pembiaran pasutri bermesraan begini di depan umum. Ini menafikan sifat malu dan fitrah seorang manusia yang harusnya ada dalam diri seorang muslim. Dalam hadis dijelaskan, rasa malu itu merupakan bagian dari keimanan,” jelas Ketua Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri Parepare. 

Bahkan dari informasi yang berkembang, beberapa pasutri tak segan berhubungan intim di tempat terbuka di Lapas itu.

“Harusnya Lapas menyiapkan ruangan khusus bagi pasutri bermesraan, melepas kerinduaan mereka. Saya tidak salahkan pasutrinya tapi kebijakan Lapasnya,” ucap Erna ketika menyampaikan kekecewaannya itu kepada seorang Petugas Lapas Gunung Sari, Makassar, Kamis, (14/3/2019).

“Dalam Alquran, surah An-Nur ayat 58, Allah berfirman hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu, sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’.(Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,” detail Erna menjelaskan.

Dalam ayat ini kata dia, secara tersirat mengisyaratkan bahwa tempat khusus bagi suami istri untuk bermesraan adalah dalam kamar-kamar atau tempat yang tidak dilihat oleh orang lain walaupun anak mereka sendiri, hal ini ditegaskan lagi bahwa dalam tiga waktu tersebut yang secara umum menjadi waktu untuk berhubungan intim, dan bermesraan, anak-anak mereka dilarang untuk memasuki kamar-kamar mereka. 

“Semua ini menunjukkan bahwa bila anak-anak dan orang yang satu rumah saja dengan mereka dilarang untuk melihat kemesraan khusus ini, maka apatah lagi dengan orang lain. Ini juga secara tidak langsung sebagai anjuran untuk melakukan kemesraan ini di dalam tempat khusus secara berdua, dan tidak boleh didengar atau dilihat oleh orang lain,” tutup Istri Walikota Parepare ini. (**)