PDI-Perjuangan Kutuk Aksi Penembakan Terhadap Jemaah Masjid di Selandia Baru

Wasekjen DPP PDIP, Ahmad Basarah.1

Wasekjen DPP PDIP, Ahmad Basarah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Sehubungan dengan tagedi penembakan di Masjid al-Noor dan Lindwood, Christchurch di Selandia Baru yang menyebabkan puluhan muslim meninggal, Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah mengatakan PDI Perjuangan sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab dengan ini menyatakan sikap, Sabtu 16 Maret 2019

1. Mengecam dan mengutuk keras tindakan teror tersebut. Peristiwa tersebut adalah duka bukan hanya bagi umat Islam, namun juga bagi dunia dan kemanusiaan. Tindakan tersebut adalah tindakan terorisme yang sama sekali tidak dibenarkan dengan alasan apapun dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Terorisme tidak berkaitan dengan agama manapun, sehingga kita hendaknya memisahkan antara ajaran agama dan perbuatan akibat ideologi kegelapan tsb.

2. Mengucapkan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya bagi seluruh korban meninggal dunia. Memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar arwah korban diterima disisiNya. Terhadap korban luka-luka dalam peristiwa tersebut agar diberikan kesembuhan.

Baca Juga:

    3. Meminta pemerintah Selandia Baru agar segera mengusut tuntas motif dan pelaku penembakan serta dalang atas peristiwa tersebut dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada siapapun yang terlibat. Pemerintah Selandia Baru hendaknya terus melakukan perlindungan khususnya terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) dan seluruh umat Islam di sana.

    4. Meminta kepada segenap umat Islam di Indonesia untuk tetap tenang, tidak terpecah belah, tidak terprovokasi, dan jangan ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan mengeluarkan pernyataan provokatif yang berpotensi mengganggu keamanan dan kondusifitas di dalam negeri.

    5. Meningkatkan kewaspadaan dini di dalam negeri terhadap ancaman terorisme serta turut aktif melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan informasi yang mengarah pada tindak pidana terorisme atas nama dan alasan apapun.