Delapan Warga Sulsel Jadi Korban Banjir Bandang Sentani, Nurdin Abdullah Berduka Cita

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah akhirnya angkat bicara terkait pemilihan Universitas Hasanuddin sebagai tempat pelantikan empat kepala daerah, Rabu, 26 September 2018.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah akhirnya angkat bicara terkait pemilihan Universitas Hasanuddin sebagai tempat pelantikan empat kepala daerah, Rabu, 26 September 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Musibah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Sentani, Jayapura, Sabtu pekan lalu. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin, 18 Maret 2019, pukul 15.00, tercatat 79 orang meninggal dunia, 43 orang belum ditemukan serta 4.728 orang mengungsi.

Terkait peristiwa tersebut Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada seluruh korban, terkhusus korban dari masyarakat Sulsel.

“Tentu kita menyampaikan bela sungkawa yang dalam dan atas meninggalnya masyarakat kita yang ada di Papua, Sentani sana,” kata Nurdin Abdullah di Rujab Gubernur, Selasa 19 Maret 2019

Baca Juga:

    Berdasarkan data yang diterima, sebanyak delapan orang warga Sulsel dilaporkan meninggal dunia.

    “Saya sampai hari ini baru mendapat laporan delapan masyarakat Sulsel (meninggal) masih ada dua yang sementara dicari,” sebutnya.

    Pemprov Sulsel akan mengirim tim ke Sentani bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk membantu korban bencana alam tersebut.

    “Tim yang dikirim SAR, BPBD, mungkin juga tim medis. Pengiriman bantuan juga, tidak mungkin kita datang kosong,” jelasnya.

    Nurdin sendiri mengaku terus memantau perkembangan jumlah korban dan juga kondisi terakhir.

    “Ini kami lagi memantau, kita tunggu saja data terakhir,”jelasnya.