Unhas Pertahankan Posisi Nasional Program Kreativitas Mahasiswa 2019

Ilustrasi. (Foto:ist)

Ilustrasi. (Foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) setiap tahun menggelar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Program yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) ini merupakan ajang untuk menumbuhkembangkan inovasi dan kreativitas mahasiswa di Indonesia.

PKM telah dilaksanakan sejak tahun 2001, yang setiap tahun terus mengalami penyempurnaan, baik dalam proses pengusulan, kategori, dan mekanisme evaluasi. Setiap tahunnya, ajang puncak penilaian PKM diselenggarakan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Proses PKM diawali dengan pengusulan proposal PKM oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Proposal-proposal yang memiliki kekuatan inovasi dan kreativitas akan memperoleh pendanaan dari Kemristekdikti, untuk selanjutnya direalisasikan. Proses seleksi proposal ini setiap tahun semakin ketat, mengingat semakin kuatnya gagasan kreatif dan inovasi mahasiswa.

Direktur Komunikasi/Sekretaris Rektor Unhas, Suharman Hamzah, Ph.D mengatakan, bahwa untuk tahun 2019, Universitas Hasanuddin tercatat sebagai salah satu kampus yang masuk dalam 10 besar jumlah proposal mahasiswa yang diterima. Unhas berada pada peringkat ke-7 dengan 71 proposal PKM.

“Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi, karena kita berhasil mempertahankan peringkat 7 nasional seperti tahun lalu. Setiap tahun, mekanisme seleksi semakin ketat, namun kita bisa bertahan di posisi ini. Selamat kepada seluruh mahasiswa yang proposalnya berhasil lolos, serta apresiasi terhadap bidang kemahasiswaan atas program pembinaannya selama ini,” kata Suharman.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin, Prof Dr drg. A. Arsunan, M.Kes menjelaskan bahwa bidang kemahasiswaan secara intensif melakukan pendampingan untuk mendorong prestasi mahasiswa.

“Kita mensinergikan semua kemampuan adik-adik mahasiswa dalam meraih prestasi. Khusus program kreatifitas mahaiswa (PKM), pihak rektorat membuat strategi dengan cara ‘melibatkan’ semua potensi yang ada, baik di Program Studi, Departemen di masing-masing Fakultas, untuk ikut berkontribusi penuh dalam memacu pembuatan proposal PKM,” kata Prof. Arsunan.

Bidang kemahasiswaan (Bidang Tiga) membuat Kelompok Kerja (Pokja) yang khusus melakukan pendampingan/perbaikan dan revisi proposal yang sudah ada.

“Dengan cara itu, kita bisa menghasilkan proposal yang berkualitas dan layak didanai. Alhamdulillah, kita mempertahankan posisi ketujuh penerimaan proposal yang didanai tahu ini,” lanjut Prof. Arsunan.

Guru besar Kesehatan Masyarakat ini yang telah menghasilkan beberapa buku ini menegaskan akan selalu berkomitmen meningkatkan prestasi mahasiswa Unhas.

Daftar 10 besar perguruan tinggi yang mendapatkan pendanaan PKM adalah:

1. Universitas Gajah Mada : 168 proposal
2. Institut Pertanian Bogor : 95 proposal
3. Universitas Diponegoro : 85 proposal
4. Universitas Brawijaya : 81 proposal
5. Institut Teknologi Surabaya : 78 proposal
5. Universitas Andalas : 78 proposal
7. Universitas Hasasanuddin : 71 proposal
8. Universitas Negeri Yogyakarta : 62 proposal
9. Universitas Indonesia : 56 proposal
10. Universitas Negeri Medan : 55 proposal

Dari 71 proposal PKM Unhas yang berhasil lolos untuk pendanaan, masing-masing kategorinya adalah:

PKM-K (Kewirausahaan) : 1 proposal
PKM-KC (Karsa Cipta) : 17 proposal
PKM-M (Pengabdian kepada Masyarakat) :13 proposal
PKM-PE (Penelitian Eksakta) : 25 proposal
PKM-PSH (Penelitian Sosial Humaniora) : 10 proposal
PKM-T (Penerapan Teknologi) : 5 proposal.