UNM Bakal Siapkan Sanksi Pemecatan Terhadap Pelaku Pembunuhan Siti Zuleha Djafar

oknum dosen Wahyu Jayadi (43) yang melakukan pembunuhan terhadap Staf pegawai Badan Administrasi dan Umum (BAU) UNM, Siti Zuleha Djafar (40).

Oknum dosen Wahyu Jayadi (43) yang melakukan pembunuhan terhadap Staf pegawai Badan Administrasi dan Umum (BAU) UNM, Siti Zuleha Djafar (40).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –   Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan sanksi pemecatan terhadap oknum dosen Wahyu Jayadi (43) yang melakukan pembunuhan terhadap Staf pegawai Badan Administrasi dan Umum (BAU) UNM, Siti Zuleha Djafar (40).

“Sanksi pemecatan secara tidak hormat akan diberlakukan kepada pelaku setelah kasus dugaan pembunuhan yang menjerat sang doktor telah berkekuatan hukum tetap,”ujar Husain kepada awak media, Senin 25 Maret 2019.

Pasalnya, pihak kampus sementara menunggu proses hukum yang sementara berjalan. Apalagi pelaku  tercatat sebagai aparatur sipil negara karena berstatus sebagai dosen,

Diketahui, dugaan pembunuhan terhadap Zuleha terjadi kamis 21 Maret lalu. Korban tewas dengan cara mengenaskan dalam mobil miliknya di wilayah Kabupaten Gowa.  Dengan kondisi lehernya terlilit sabuk pengaman kursi bagian depan mobilnya.

Untuk menutupi aksinya, Wahyu yang kini telah ditahan di Polres Gowa, memecahkan kaca mobil. Lalu mengambil telepon genggam korban. Agar terkesan sebagai aksi perampokan.

Pelaku ditangkap, setelah mendatangi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara bersama kolega, kerabat dan lainnya.