Rektor IAIN Parepare Bantah Soal Jual Beli Jabatan, Bahkan Siap Dipanggil KPK

PAREPARE, DJOURNALIST.com – Terkait tudingan adanya jual beli dan pemberhentian sepihak untuk menduduki jabatan rektor dalam institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang telah diberitakan oleh beberapa media, hal itupun dibantahkan oleh Ahmad Sultra Rustan.

Ahmad Sultra Rustan, yang merupakan rektor IAIN pun angkat bicara pada selasa (26/3/2019). Kata dia, tidak ada penghentian sepihak karena memang tidak ada pihak-pihak lain yang terlibat.

“proses pemilihan Rektor IAIN Parepare diatur dalam PMA Nomor 68 Tahun 2015, tentang pengangkatan dan pemberhentian Rektor dan Ketua pada perguruan tinggi keagamaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah,”terang Ahmad.

Baca Juga:

    Berdasarkan PMA Nomor 68 Tahun 2015 pasal 13 ayat 2 lanjut Ahmad, dijelaskan bahwa dalam hal perubahan bentuk PTKN dari Sekolah Tinggi Agama Negeri menjadi Institut Agama Negeri, Menteri mengangkat Ketua menjadi Rektor Institut Agama Negeri, maka seketika itu pula pimpinan dilantik menjadi rektor.

    “Jadi tidak ada sama sekali permainan di sini,”tegas Ahmad Sultra.

    Ditanyai soal dirinya suatu waktu dipanggil olek KPK soal penunjukan dirinya sebagai rektor IAIN, dengan tegas dirinyapun mengatakan siap untuk memenuhi panggilan itu.

    “Kita akan siap, prosesnyakan sudah jelas,”Katanya.

    Diketahui, Seleksi terbuka Rektor IAIN Parepare ada dua kandiat yang menyatakan maju, yaitu Ahmad Sultra Rustam (petahana) dan Firman.

    Mantan Kandidat calon rektor Firman pun melayangkan protes terkait pemberhentian seleksi rektor itu.

    Kata Firman, betul proses itu dilanjutkan sampai di Jakarta tetapi proses di Kemenag pusat yg tidak dilanjutkan karena mengikuti PMA yang menjelaskan apabila STAIN berubah menjadi IAIN maka Ketua yang menjabat diangkat menjadi rektor.

    “Yang menjadi masalah jabatan ketua sudah berakhir pada bulan tersebut sehingga pelantikan rektor IAIN Parepare terkesan mendadak sebelum Ortaker disahksan. Jadi, patut diduga pelantikan tersebut memanfaatkan PMA, hanya berselang 2 hari setelah berkas diantar oleh anggota senat tiba-tiba pelantikan,”protes Firman. (**)