Mediasi Buntu, Bawaslu Sidrap Lanjutkan ke Sidang Ajudikasi

Bawaslu (Int)

Bawaslu (Int)

SIDRAP, DJOURNALIST.com – Setelah upaya mediasi gagal dilakukan, akhirnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sidrap akan menggelar sidang ajudikasi terkait sengketa Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidrap.

Hal itu disampaikan Komisioner Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa (HPP) Bawaslu Sidrap, Muhardin usai menggelar mediasi tertutup di kantor Bawaslu Sidrap, Selasa kemarin (26/3/2019).

“Hari ini (Rabu, 27/3/2019) kami akan menggelar sidang ajudikasi antara pemohon dan termohon dalam kasus sengketa Caleg Partai Demokrat dan KPU Sidrap,” jelas Muhardin.

Menurutnya, sidang yang akan digelar secara maraton itu, dilakukan secara terbuka untuk umum sesuai Perbawaslu Nomor 18 Tentang Sengketa.

Dijelaskannya, awal munculnya kasus tersebut karena KPU melakukan pencoretan terhadap Sudarmin Baba, salah seorang Caleg DPRD Sidrap dari Partai Demokrat dengan alasan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) mengikuti Pileg 2019 mendatang.

“Sebelumnya, kami telah melakukan proses mediasi sebanyak dua kali, yaitu 20 Maret dan 26 Maret, namun kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan, sehingga tahapan sengketa dilanjutkan dalam sidang ajudikasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Sidrap, Syamsuddin MS melalui Komisioner Divisi Hukum KPU Sidrap, Suci Megawati menegaskan, putusan itu melalui rapat pleno.

“KPU Sidrap memutuskan mencoret Sudarmin, SH dari daftar calon tetap DPRD Kabupaten Sidrap dilakukan atas dasar surat dari KPU RI dan KPU Provinsi,” katanya.

Ia mengatakan, pencoretan nama Sudarmin Baba dilakukan sesuai Surat KPU RI, Nomor :31/PL.01.4-SD/06/KPU/1/2019 Perihal Calon Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Pasca Penetapan Daftar Calon Tetap. Dan disusul
kemudian surat KPU Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 676/PL.01.4-SD/73/Prov/III/ 2019 tentang Penjelasan Tindak pidana.

“Insya Allah, kami akan menghadiri sidang ajudikasi dengan agenda pembacaan permohonan dan dilanjutkan dengan jawaban termohon,” tandasnya. (**)