Laksanakan UTBK, Pengawas Ruangan Dilarang Memainkan Handphone

Ilustrasi.

Ilustrasi.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) merupakan instrumen baru dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang mulai diterapkan pada tahun 2019 ini.

Secara kelembagaan, UTBK dikelola oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), dan pelaksanaan ujian berlangsung pada 73 Pusat UTBK di seluruh Indonesia, termasuk Pusat UTBK Universitas Hasanuddin.

Pelaksanaan UTBK akan mulai serentak dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 13 April 2019. Dalam rangka mempersiapkan UTBK, Unhas telah memastikan kesiapan untuk seluruh aspek.

Secara nasional, Pusat UTBK Unhas menempati peringkat ke-5 nasional dalam hal jumlah peserta ujian, di bawah IPB, UI, USU, dan UNDIP. Sebanyak total 37.891 peserta akan mengikuti ujian pada Pusat UTBK Unhas, yang terdiri dari 20.754 peserta pada gelombang pertama, dan 17.137 peserta pada gelombang kedua.

Pelaksanaan ujian pada Pusat UTBK Unhas akan menggunakan 2.075 komputer pada 21 lokasi. Sebarannya adalah 2 lokasi di Kampus Tamalanrea, 1 lokasi di Kampus Gowa, dan 19 lokasi mitra.

Untuk mengawasi jalannya ujian, Pusat UTBK Unhas juga menyiapkan tenaga sebanyak 1.022 pengawas, yang terdiri dari pengawas ruangan, teknisi IT ruangan, Admin Server, Penanggung Jawab Lokasi.

Selain itu, juga dimobilisasi tenaga pengamanan sebanyak 130 personil, yang terdiri dari 90 personil dari pengamanan internal Unhas, 19 personil dari tenaga pengamanan mitra, dan 21 personil dari kepolisian.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pelaksanaan ujian SBMPTN hanya dilaksanakan pada satu hari, namun pada proses kali ini UTBK akan dilaksanakan sebanyak 22 sesi, yaitu pada setiap hari Sabtu dan Minggu. Setiap hari akan ada 2 sesi, yaitu pagi dan siang.

Pada hari Selasa, 9 April 2019, Panitia Pusat UTBK Unhas telah melaksanakan sosialisasi pengawas yang diikuti oleh seluruh pengawas dari Unhas, mitra, para admin IT, admin server, serta pengamanan.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unhas, Prof Dr Ir Muh Restu, MP, mengatakan bahwa pelaksanaan SBMPTN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Itulah sebabnya sosialisasi pengawas sangat penting.

“Ujian kali ini seluruhnya berbasis komputer. Sehingga para pengawas ini sebelumnya diseleksi dulu, dengan melihat kemampuan dasar dalam mengoperasikan komputer,” kata Prof. Restu dihadapan peserta sosialisasi.

Salah satu hal yang penting diperhatikan adalah berkaitan dengan pengamanan data. Para pengawas diminta untuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh LTPMT, misalnya tidak memainkan handphone pada saat mengawasi UTBK. Selama pelaksanaan ujian juga tidak diperkenankan untuk memotret, terutama memotret layar komputer yang digunakan untuk ujian.

Berdasarkan ketentuan LTMPT, juga ditegaskan bahwa selama pelaksanaan ujian, pihak luar tidak diperbolehkan memasuki ruang ujian kecuali panitia.(rls)