Sakit, Petugas KPPS Kecamatan Panakkukang Meninggal

Keluarga petugas KPPS Sarah fadliah (22) yang meninggal dunia akibat sakit memperlihatkan foto almarhum semasa hidupnya.

Keluarga petugas KPPS Sarah fadliah (22) yang meninggal dunia akibat sakit memperlihatkan foto almarhum semasa hidupnya.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Seorang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) bernama Sarah fadliah (22) meninggal dunia akibat sakit setelah sempat bertugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 9 Kelurahan Karangpuang, Kecamatan Panakkukang pada Pemilu serentak yang digelar pada Rabu 17 April 2019 lalu.

Informasi yang dihimpun Djournalist.com di rumah duka, Jalan Tamangapa Raya V, Perumahan Berlian 2, Blok E2, Nomor 11, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Sabtu 20 April 2019 menyebutkan korban yang merupakan alumni Mahasiswi UNM Jurusan Biologi ini sempat dirawat di RS Ibu Sina akibat sakit demam berdarah yang dideritanya dua hari sebelum pencoblosan.

“Dalam SK nya, anak ini tercatat bertugas di TPS 9. Dua hari sebelum pencoblosan dia terkena sakit panas lalu sempat dirawat di RS Ibnu Sina tapi sempat dipulangkan pada hari selasa,”ujar keluarga korban, Darul Aksa yang juga Ketua TPS 6 di Kecamatan Panakkukang.

Kemudian pada hari Rabu 17 April, korban masih sempat bertugas di TPS nya.Tapi tidak begitu lama. Sebab petugas TPS setempat menyampaikan kalau namanya sudah dicoret karena sakit.

“Dia tidak tahu kalau namanya sudah dicoret dan sudah ada penggantinya. Makanya dia datang ke TPS tempat dia bertugas. Setelah itu korban ke TPS 7 di kecamatan yang sama untuk mencari ibunya bernama Rahayu Purwaningsih yang juga Ketua TPS 7. Dia disana sempat membantu ibunya sampai memasuki waktu Dzuhur,”jelasnya.

Setelah itu, kondisinya drop. Kemudian korban dirawat di RS Grestlina. Hingga meninggal dunia pada hari Jumat 19 April pukul 12.30 WITA. Korban baru disemayamkan pada hari ini karena menunggu ayahnya bernama Hanafi Hamzah yang baru tiba Jumat malam dari Medan.

Keluarga lainnya, Mutmainnah mengakui jika korban merupakan petugas KPPS di TPS 9. Tapi diganti oleh adiknya bernama Ihla Sulamal.

Korban diketahui anak pertama dari tiga bersaudara. Pasangan dari Hanafi Hamzah, Rahayu purwaningsih. Kini korban dikuburkan di pekuburan Kassi. (***)