Iqtishad Consulting Gandeng Pengwil Ikatan Notaris Sulsel Gelar Training Notaris Bank Syariah di Makassar

Iqtishad Consulting Lembaga Pendidikan dan Training Bank Syariah Training Jakarta menggelar Training Notaris Bank Syariah di Hotel Claro Makassar, Minggu, 28 April 2019.

Iqtishad Consulting Lembaga Pendidikan dan Training Bank Syariah Training Jakarta menggelar Training Notaris Bank Syariah di Hotel Claro Makassar, Minggu, 28 April 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Iqtishad Consulting Lembaga Pendidikan dan Training Bank Syariah Training Jakarta menggelar Training Notaris Bank Syariah di Hotel Claro Makassar, Minggu, 28 April 2019.

Acara tersebut akan berjalan selama 2 hari yakni tanggal 28-29 April 2019. Training tersebut merupakan angkatan ke- 337.

Agustianto Mingka selaku Presiden Direktur Iqtishad Consulting menyampaikan sambutan dan keynote speech mengatakan bahwa acara Training dan Workshop Nasional Notaris Perbankan Syariah tentang Aspek Legal dan Penyusunan Kontrak-Kontrak pada Produk Bank Syariah, kerjasama dengan Pengwil Ikatan Notaris Indonesia Sulawesi Selatan.

Baca Juga:

    “Industri keuangan syariah saat ini telah membesar menjadi 6.000 triliun lebih, Kenyataan ini membutuhkan jasa-jasa notaris baik pembuatan akta maupun pengikatan jaminannya,” ungkap Agustianto yang juga merupakan ketua IAEI

    Lebih lanjut dia mengatakan Perkembangan keuangan syariah yang bergerak dengan cepat yang assetnya kini sudah Rp 478 triliun membutuhkan para notaris yang berkompeten membuat akta syariah dan pengikatan jaminannya. Asset Industri Keuangan Non Bank syariah lebih dari Rp 117 triliun. Tegasnya perbankan syariah di Indonesia membutuhkan notaris yang memahami dengan baik konsep – konsep syariah dan penerapannya di praktek perbankan.

    Sementara itu menurut Agnes Nova Randomis SH,M.Kn, Notaris bank Syariah yg menjadi master of training dan pembicara pada forum tersebut, Notaris menduduki posisi yang sangat penting dalam industri perbankan syariah, karena notaris berperan dalam pembuatan akta-akta kontrak-kontrak produk perbankan syariah dan pengikatan jaminan (khususnya HT dan Fiducia).

    “Kontrak-kontrak produk-produk perbankan syariah berbasis syariah compliance harus dipahami oleh notaris perbankan syariah, seperti perjanjian murabahah, musyarakah, mudharabah, ijarah, ijarah muntahiyah bit tamlik (IMBT), Musyarakah Mutanaqishah, pembiayaan take over syariah, refinancing syariah, masalah jaminan syariah, dan anatomi akta-akta syariah”, tutur Agnes

    Menurut Agnes Nova, keharusan notaris memiliki kompetensi pembuatan perjanjian-perjanjian syariah, adalah hasil Rekomendasi Annual Meeting Dewan Syariah Nasional MUI, Desember 2014 di Jakarta.

    Ketua Pengwil INI, Hustam Husain, yang memberi sambutan mengatakan bahwa notaris harus memiliki kompetensi akad akad Syariah tidak saja level 1 tapi juga level 2 dan 3 bahkan level 4.
    Perkembangan bisnis syariah begitu cepat harus diikuti notaris agar bisa mengimbangi ilmu bankir Syariah dibilang akad akad bisnis syariah

    Sementara itu
    dalam ceramahnya Agustianto yang merupakan Pengurus MES Pusat menjelaskan
    *Iqtishad Consulting* Jakarta sudah mengelar Training sebanyak 336 Angkatan, termasuk memberi sertifikat (mentraining) 3.000 notaris yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Sertifikat Pelatihan Iqtishad Consulting Jakarta, sangat diakui oleh semua Industri perbankan syariah di Indonesia, termasuk sertifikat ulang (penyegaran dan upgrading) bagi notaris yang sudah tiga tahun tidak mengikuti training bank syariah.

    Pengakuan ini sangat logis karena para petinggi dan praktisi perbankan syariah sendiri ditraining oleh Iqtishad Consulting Jakarta.

    “Pengurus inti dan Narasumber Iqtishad Consulting adalah pakar-pakar yang sangat berkompeten di bidang legal perbankan syariah. Mereka juga adalah figur-figur penting yang menduduki posisi strategis di organisasi-organisasi nasional dan assosiasi ekonomi syariah nomor wahid di Indonesia,” tutur Agustianto

    Menurutnya Pelatihan tersebut akan memberikan pemahaman dan pengetahuan aplikatif tentang pembuatan kontrak-kontrak produk perbankan syariah kontemporer berdasarkan fatwa DSN-MUI. (Citizen Jurnalistik)