Gelar Nuzulul Quran, Rektor UMI Tekankan Pentingnya Membaca Qur’an Dalam Keseharian

Civitas Akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menggelar peringatan Nuzul Al-qur'an di Masjid Umar Bin Khatab, Rabu (22/5/2019).

Civitas Akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menggelar peringatan Nuzul Al-qur'an di Masjid Umar Bin Khatab, Rabu (22/5/2019).

MAKASSAR, DJOURNALiST.com – Civitas Akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menggelar peringatan Nuzul Al-qur’an di Masjid Umar Bin Khatab, Rabu (22/5/2019).

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Lomba seni dalam rangka milad 65 UMI Makassar, tingkat mahasiswa dan Dosen.

Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. Basri Modding dalam pesannya menyampaikan, pentingnya membaca Al-qur’an dalam kehidupan keseharian.

“Mari kita senantiasa implementasikan Al-qur’an dalam lehidupan keseharian. Karena banya hal terkandung di dalamnya,” ujanya.

Ia menyebutkan, Al-qur’an juga sebagai penawar atau obat penyejuk hati bagi siapa saja membaca dan mengamalkan.

Oleh karena itu, sebagai civitas akademika UMI selayaknya mengimplementasikanya agar mengamalkan isi yang terkandung dlaam Al-qur’an, baik di bulan puasa maupun sesudah puasa.

“Mari kita implementasikan ini. Karena banyak mujizat terkandung di dalam Al-qur’an. Bahkan jadi penawar atau obat penyeguk bagi orang beriman,” tuturnya.

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Dr H Mansyur Ramly mengingatkan agar semua umat muslim semoga dapat memetik manfaat dari alquran.

“Kita memahami maksud arti dan mengimplementasikan dalam kehidupan kita,” ujarnya.

“Baik kiranya bagi kita membaca alquran sekaligus memahami menggali dan menghayati artinya untuk dijadikan pedoman bagi kita semua. Berpikir kita renungan kita dan akhlak kita sesuai dengan alquran,” sambung Guru besar yang menjabat sebagai ketua BAN PT ini.

Pada kesempatan ini. Hadir ceramah hikmah Nuzulul Quran Ust H. Kamaluddin Abunawas. Inti ceramahnya, mengajak semua civitas akademika UMI agar menelah bahasa alquran.

“Itu sangat indah dan tak ada kitab yang mampu menandinginya,” ungkapnya.

Ia pun menganalogi, mengutip dalam kitab suci qur’an salah satu contoh, terhadap nabi Muhammad, dimana Allah SWT tak menyebut nama Muhammad, melainkan menyebut jabatannya, Rasulullah. Menurutnya, Allah melakukan itu, karena nabi Muhammad memiliki akhlak yang tinggi dan sangat terpuji.

“Untuk itu mari kita terus mengkaji alquran, karena makin dikaji akan makin nampak mutiaranya,” pesan Kamaluddin.

Dikatakan, salah satu juga kehebatan quran, karena merupakan rahmat tetbesar bagi kaum wanita. Sebelum, era Nabi Muhammad SAW tiba, nasib wanita sangat rendah, saat itu wanita mirip barang warisan.

“Artinya tergantung tuannya. Muhammad SAW datang bersama Alquran, mengangkat harkat dan martabat kaum wanita,” demikian takziah singkat disampaika pengurus DPP IMMIM itu.

Sebelumnya, kegiatan diawali pembagian hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan berupa tabungan kepada pemenang lomba Tulawatil qur’an.

Hadir pada kegiatan ini, pimpinan Birokrasi UMI. Rektor, WR, ketua pembina, sekertaris pengawas, Dr. Kamaruddin abu nawaz (pembawa materi nuzulul quran), Dekan fakultas, direktur pasca, majelis taklim ukhuwah. (***)