Sekda Parepare: Tak Ada Satupun yang Bahas Soal DPO

PAREPARE, DJOURNALIST.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, H Iwan Asaad mengaku kecewa terhadap aksi demonstran yang dinilai tidak memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kota Parepare memberikan tanggapan terhadap aspirasi yang disuarakan oleh LSM Fokus kemarin, Kamis (12/7/2019).

Selain itu, dari sekian banyaknya aspirasi yang disampaikan, tidak ada satupun yang mencecar tentang DPO Kejaksaan terhadap tiga tersangka kasus korupsi pengadaan obat di RSUD Andi Makkasau Parepare. 

“Saya sangat kecewa, karena saya tidak diberi kesempatan berbicara. Padahal saya dituduh sebagai salah satu inisiator. Kedua, tidak ada satupun pendemo menyampaikan pesan moril yang mengajak kepada tiga orang DPO untuk memenuhi panggilan kejaksaan,” ujar Iwan Asaad kepada sejumlah awak media, Jumat, (11/7/2019).

Padahal kata dia, jika ketiga DPO tersebut telah memenuhi panggilan jaksa, maka ‘nyanyian’ yang diarahkan kepada Pemkot Parepare bisa ia sampaikan dengan bukti-bukti di persidangan. 

“Kalau memang ada yang ingin diungkapkan, ungkapkan di pengadilan, jangan hanya berkoar-koar di luar tapi sekarang justru menghilang. Buktikan dan sampaikanlah di pengadilan,” imbau Iwan. 

Pemkot kata dia, mendorong pihak Kejaksaan dan Polres Parepare agar tiga DPO tersebut dapat segera ditemukan, agar masalah tersebut tidak berlarut-larut.

Bahkan ketiga DPO itu, terancam pemecatan  ASN karena tidak berkantor. “Dalam aturan, jika akumulasi ketidakhadiran selama 46 hari, maka akan diberi sanksi pemecatan,” tegas Iwan.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare Andi Darmawangsa mengatakan, berterima kasih kalau ada dukungan dari masyarakat maupun pihak pemkot sendiri untuk memberitahukan keberadaan tiga tersangka itu.

“Kami harapkan kepada warga atau siapa saja yang mengetahui keberadaan ybs, untuk mengiformasikan kepada kejari Parepare. Disatu sisi kembali saya mengajak kepada para tsk untuk kooperatif untuk penyelesaian kasus ini, kami memegang prinsip para tsk. Masih praduga tak bersalah. nanti pengadilan yang akan memutus bersalah atau tidaknya,”beber Andi Darmawangsa. (**)