Ini Alasan Panglima PAS08 Sulsel Protes Keras Atas Pertemuan Prabowo dan Jokowi

Panglima PAS08 Sulsel Ryan Latief bersama Cawapres Sandiaga Uno.

Panglima PAS08 Sulsel Ryan Latief bersama Cawapres Sandiaga Uno.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Panglima Relawan PAS08 Sulsel Ryan Latief mengungkapkan kekecewaannya atas pertemuan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu 13 Juli 2019, kemarin.

Ryan Latief mempertanyakan sikap Prabowo yang menerima undangan untuk hadir dalam dalam peresmian MRT, sedangkan proyek tersebut diduga terdapat penyalagunaan anggaran.

“Kenapa Pak Prabowo mau diajak bertemu di MRT sedangkan MRT terdapat penyalahgunaan anggaran yang menghabiskan anggaran sekira 15 triliun. Saya ingat Prabowo sendiri pernah menyoroti masalah anggaran MRT.
Masuk dilubang yang sama adalah sebuah kebodohan, bukan kehebatan strategi. Ucapan Prabowo yang bersumpah selalu bersama masyarakat adalah retorika semata.

Selain itu Ryan juga menyinggung soal orasi Prabowo Subianto yang mengajak untuk menolak Pilpres curang.

“Kami ingat Prabowo mengajak kumpul di Bawaslu Tgl 21-22 Mei 2019. Ingat berapa puluh nyawa relawan melayang. Ratusan luka-luka dan hilang hingga saat ini belum jelas status perkaranya. Ingat Prabowo di masa kampanye relawan yang patungan membiayai kampanye secara suka rela.

Harusnya Prabowo melakukan rekonsilidasi internal temui pendukungnya dan para ulama yang selama ini berjuang bersamanya.

Hebat apa Prabowo dalam strategi Politik? Ingat Jenderal ini bukan perang militer melawan musuh negara, tapi ini politik dalam negerimu yang justru kamu selalu kecolongan dan blunder. Ingat kasus kecil Ratna Sarumpet yang membuatmu terjebak,” tegas Ryan.

Sebagai bentuk kekecewaan atas pertemuan Prabowo dan Jokowi, Relawan PAS08 Sulsel juga mengungkapkan kekecewaannya dengan melakukan pembakaran bendera Prabowo-Sandiaga di Markas Besar (Mabes) PAS08 Sulsel di Makassar, Sabtu kemarin. (**)