Jalankan Regulasi KPK, Pemkot Parepare Terapkan Sistem Online Pungutan Pajak

PAREPARE, DJOURNALIST.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melaksanakan sosialisasi pajak daerah secara sistem online.

Berlangsung di ruang pola Kantor Walikota, Senin (15/7/2019), kurang lebih 180 pelaku usaha diundang mengahadiri sosialisasi yang dihadiri, Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Iwan Asaad, dan juga Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Parepare.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya itu merupakan regulasi yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Aplikasi perekaman pajak online ini merupakan aturan yang dikeluarkan KPK untuk mengoptimalisasikan PAD agar tidak ada bocoran pungutan pajak,”terang Taufan Pawe. 

Pungutan pajak bagi para pelaku usaha itu kata Taufan, akan terpantau langsung oleh KPK.

“Penerimaan PAD dari pengusaha kita tidak terima tunai lagi, tetapi langsung masuk ke Bank Sulselbar dan langsung terlapor ke aplikasi Online KPK,”Jelas Taufan Pawe.

Hal yang sama dituturkan Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Parepare, Damis. Kata dia, retribusi pajak yang disetor setiap akhir bulan maupun pada awal bulan berikutnya akan langsung masuk ke kas daerah.

“Dipembukuan nantinya akan terlihat jumlah retribusi pajak yang masuk dan itu langsung dipantau oleh KPK,”terang dia.

Untuk alat retribusi pajak online yang disiapkan oleh Bank Sulselbar kata Damis lagi, sudah tersedia 50 unit dan sudah terpasang 20 unit di restoran-restauran, dan selanjutnya untuk 150 alat akan tiba secara bertahap.

“Jumlah alat keseluruhannya 200 unit, dan kita diberi waktu oleh KPK terpasang hingga akhir agustus,”pungkasnya. (**)