UMI Pelopor Rekognisi Internasional Prodi Bagi PTIS di Luar Pulau Jawa

Program Pascasarjana UMI Makassar gelar Kuliah Umum dengan menghadirkan Prof Dr Edy Suandi Hamid, M.Ec (mantan Rektor UII 2010-2014) di Aula Pps UMI lantai 3, Jum'at 19 Juli dengan tema Internationalisasi Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia (PTIS) : Kebutuhan dan Urgensi.

Program Pascasarjana UMI Makassar gelar Kuliah Umum dengan menghadirkan Prof Dr Edy Suandi Hamid, M.Ec (mantan Rektor UII 2010-2014) di Aula Pps UMI lantai 3, Jum'at 19 Juli dengan tema Internationalisasi Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia (PTIS) : Kebutuhan dan Urgensi.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Program Pascasarjana UMI Makassar gelar Kuliah Umum dengan menghadirkan Prof Dr Edy Suandi Hamid, M.Ec (mantan Rektor UII 2010-2014) di Aula Pps UMI lantai 3, Jum’at 19 Juli dengan tema Internationalisasi Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia (PTIS) : Kebutuhan dan Urgensi. 

Target setiap perguruan tinggi memiliki akreditasi PT Unggul dan UMI telah meraih prestasi tersebut, PTS diluar Jawa Pertama yang memperoleh Akreditasi A. Tapi ini merupakan proses yang berjalan panjang dimana setiap pimpinannya memiliki komitmen.

Kepemimpinan yang kompeten dan berkomitmen di PTIS, penumbuhan budaya akademik, prioritas pada penguatan SDM yang terus menerus, mampu mandiri atau endowment Funds melahirkan Internationalisation go i’nall world class university, papar Guru besar Ekonomi ini.

Dalam penjelasannya perguruan tinggi yang paling dicari saat ini adalah yang kompetitif, dapat diserap oleh pasar kerja, populer dan prestisius, harus ada pengakuan atau recognition melalui salah satunya Akreditasi A.

” Urgensi kerjasama internasional yakni tuntutan akreditasi unggul, tak mungkin akreditasi unggul tanpa aktivitas/kegiatan kerjasama internasional,” ujar Prof Edi

Menurutnya, akreditasi international, prodi terakreditasi minimal 5 persen. Kerjasama internasional pendidikan, syaratnya yakni rasio program DD internasional dan program pertukaran Dosen dan mahasiswa melalui program Alih kredit dan lain yang relevan.

“Saat ini di Sulawesi Selatan belum ada satupun universitas yang prodi rekognisi internasional, Bukan tidak mampu tetapi belum memulai, dan UMI saya rasa mampu untuk mencapai ini,” katanya.

Ia berharap,  UMI dapat memimpin paling tidak PTS diluar pulau Jawa yang prodinya recognisi internasional.

Prof Edy juga mengatakan, keberhasilan Prof Dr. Abdul Rahman Rahim SE MSi sebagai Rektor Unismuh saat ini juga merupakan keberhasilan UMI dalam menghasilkan sumberdaya manusia yang bermutu dan unggul, sebagaimana diketahui Prof Dr Abdul Rahman Rahim alumni S1 dan S3 Universitas Muslim Indonesia, tutur Sekretaris Dewan Pembina BKS PTIS ini.

Turut hadir dalam Kuliah Umum, Ketua Yayasan Wakaf UMI, H. Mokhtar Noer Jaya, Rektor UMI, Prof. Dr. Basri Modding SE MSi, Direktur PPs UMI, Prof. Dr. Baharuddin Semmaila SE.,MSi, Rektor UMI tahun 2010-2018, Prof. Dr. Masrurah Mukhtar MA, Wakil Rektor V, Prof. Dr. Hatta Fattah, Ketua LPM UMI, Prof. Dr. Makhsud DEA, Pejabat dan Dosen PPs UMI Serta mahasiswa PPs UMI. (***)