Pemegang Saham tak Tahu Soal Keluarnya SK Pemberhentian Dirut Bank Sulselbar

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Dua pemegang saham Bank Sulselbar rupanya belum mengetahui pencopotan sementara Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sulselbar oleh Dewan Komisaris.

Kedua pemegang saham Bank Sulselbar tersebut, yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dan Pemkab Gowa.

“Saya lagi Lemhanas, jadi tidak terlalu tahu kalau sudah keluar pemberhentian tersebut,” singkat Andi Seto, Bupati Sinjai, Sabtu (5/10/2019).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pun menyampaikan pernyataan yang sama. Adnan tak mengikuti perkembangan Bank Sulselbar.

“Saya lagi Lemhanas tidak mengikuti,” tandas Adnan.

Diketahui, Dewan Komisaris PT Bank Sulselbar mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara Dirut Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat per Jumat (4/10/2019).

SK tersebut ditandatangani langsung Komisaris Utama Independen Bank Sulselbar, Ellong Tjandra per 2 Oktober 2019.

Sebelumnya, Andi Rahmat mengakui adanya upaya untuk memberhentikan dirinya melalui RUPS LB. Hanya saja upaya itu selalu terkendala proses administrasi dan adanya beberapa tahapan/mekanisme dalam RUPS LB yang tidak terpenuhi seperti tidak adanya diberikan ruang Hak Jawab/Pembelaan bagi Dirut.

“Tercatat sudah 2 kali RUPS LB dilakukan untuk memberhentikan saya namun belum tuntas karena adanya beberapa hambatan dan pelanggaran terhadap UU PT. Akhirnya bapak Gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali mengambil langkah dengan mengintruksikan Dewan Komisaris untuk mengambil langkah-langkah penting yaitu dengan cara memberhentikan sementara selaku Dirut Bank Sulselbar,” katanya. (**)