Fakultas Ekonomi dan Bisnis Gelar Konferensi Internasional ICAME 2019

Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali menggelar konferensi internasional yang bertajuk “The 4th International Conference on Accounting, Management, and Economics” (ICAME 2019).

Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali menggelar konferensi internasional yang bertajuk “The 4th International Conference on Accounting, Management, and Economics” (ICAME 2019).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali menggelar konferensi internasional yang bertajuk “The 4th International Conference on Accounting, Management, and Economics” (ICAME 2019).

Konferensi yang mengangkat tema “Enlighten Research Paradigm in Business and Economics beyond Industrial Revolutin 4.0” ini bertempat di Swisbell Hotel Losari, Jumat (25/10).

Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Rektor bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur, Prof. Dr. Ir. Sumbangan Baja, M.Sc. Turut hadir Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Abdul Rahman Kadir, M.Si., CIPM, dan sejumlah unsur pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Baca Juga:

    Adapun sebagai invited speakers pada konferensi ini antara lain Prof. Julia Connel (Australia), Prof. Jay Rajasekera (Jepang), Prof. Dr. Cheng Ming Yu (Malaysia), Prof. Iwan Triyuwono SE., Ak, Ph.d, Dr. Sofian Lusa, SE., M.Kom, dan Abdi Taminsyah, M.Sc.Eng (Indonesia).

    Prof. Sumbangan dalam sambutannya mengapresiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah melaksanakan konferensi ini untuk keempat kalinya. Menurutnya, tidak banyak institusi yang dapat secara konsisten melaksanakan kegiatan bertaraf internasional seperti ini berturut-turut selama empat tahun.

    “Pelaksanaan konferensi internasional seperti ini sangat diapresiasi oleh Unhas. Kami selalu mendorong dosen-dosen fakultas untuk tidak menjadi peserta konferensi saja, tapi menjadi penyelenggara. Tahun ini sudah lebih dua puluh konferensi internasional dimana Unhas sebagai tuan rumah, dan semuanya kita fasilitasi,” kata Prof. Sumbangan.

    Lebih lanjut lagi, Prof. Sumbangan menjelaskan bahwa penyelenggarakan konferensi internasional merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan peringkat publikasi dan penelitian Unhas secara Nasional. Hal tersebut ditandai dengan terus membaiknya posisi publikasi Unhas secara nasional.

    “Tahun ini Unhas menempati urutan kelima nasional. Hal ini tentu pencapaian yang baik bagi Unhas, sebab jumlah universitas di Indonesia sendiri mencapai 4.000. Menjadi peringkat kelima se-Indonesia merupakan hal yang patut kita syukuri. Kita harus pertahankan posisi ini atau bahkan meningkatkan peringkat kita menjadi lebih tinggi,” jelas Prof. Sumbangan.

    Ia kemudian menuturkan bahwa lebih 100 paper dari hasil penelitian telah diterima oleh panitia yang berasal dari berbagai bidang, baik itu akuntansi, manajemen, maupun ekonomi secara umum. Konferensi ini merupakan ajang untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi dengan para pemateri dan peneliti yang turut menjadi peserta.

    “Antusiasme untuk menjadi peserta konferensi ini terbilang besar. Saya juga telah membaca sebagian abstrak yang ada dalam prosiding konferensi dan topik penelitian yang dibahas sangat beragam. Kita bisa memanfaatkan konferensi hari ini untuk berdiskusi, apalagi pemateri yang diundang oleh panitia merupakan pakar yang sudah ahli di bidangnya,” kata Prof. Sumbangan.

    Sebagai penutup, Prof. Sumbangan menjelaskan bahwa Unhas terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian yang dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah bereputasi, baik secara nasional maupun internasional. Salah satu pencapaian terbesar Unhas di tahun ini adalah Journal of Forest and Society yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan telah terindeksasi di Scopus.

    “Pencapaian ini tentunya menjadi penyemangat kita dan sebagai pendorong bagi fakultas untuk bisa mengikuti jejak Fakultas Kehutanan. Kita berharap kualitas jurnal-jurnal yang kita terbitkan bisa meningkat lagi dan lebih banyak lagi jurnal kita yang bisa terindeks di Scopus,” tutup Prof. Sumbangan.(rilis)