Pertama di Indonesia Timur, Unhas Tuan Rumah Konferensi Internasional Bahasa Perancis

Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Ilmu Budaya, Departemen Sastra Perancis bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Bahasa Perancis yang bertajuk "Conference Internationale sur le Francais".

Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Ilmu Budaya, Departemen Sastra Perancis bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Bahasa Perancis yang bertajuk "Conference Internationale sur le Francais".

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Ilmu Budaya, Departemen Sastra Perancis bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Bahasa Perancis yang bertajuk “Conference Internationale sur le Francais”.

Tema yang diusung dalam konferensi ini adalah “Le Francais a I’Ere de La Societe en Mutation” (Bahasa Perancis dalam masyarakat yang berubah). Kegiatan ini dibuka pada pukul 08.00 WITA di Hotel Aston, Makassar, Sabtu (02/11).

Turut hadir pada pembukaan kegiatan, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Unhas (Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph. D), Konsul Kehormatan Perancis untuk Indonesia yang juga merupakan guru besar Unhas (Prof. Dr. Ir. Ambo Tuwo DEA), Atase Kerjasama Linguistik Institut Perancis di Indonesia (Dr. Philipe Grange), dan Wakil Ketua Perhimpunan Pengajar Perancis se-Indonesia (Hendra Setiawan).

Hadir pula Ketua Perhimpunan Pengajar Bahasa Perancis se Indonesia cabang Makassar (Dr. Muhammad Hasyim, M. Si), Ketua Departemen Sastra Perancis Unhas (Dr. Ade Yolanda Latjuba, S.S., M.A) dan Ketua Panitia (Fierenziana Getruida Junus).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Nasrum menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Departemen Sastra Perancis Unhas, apalagi kegiatan ini memiliki level internasional. Menurut beliau, kegiatan seperti ini sangat membantu untuk mendorong peningkatan reputasi internasional Unhas.

“Saat ini Unhas berjuang untuk semakin meningkatkan reputasinya di level internasional. Untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi, seperti akademik reputation maupun employer reputation. Sehingga kami mendorong semua departemen bahkan fakultas untuk bisa melakukan kegiatan seperti ini. Ketika kegiatan yang sifatnya internasional, maka kami harap akan membantu meningkatkan keterkenalan mahasiswa maupun dosen Unhas,” jelas Prof Nasrum.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Perhimpunan Pengajar Perancis se Indonesia, Hendra Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk mengumpulkan ide, gagasan, maupun konsep konsep baru yang bisa digunakan untuk menghadapi perkembangan era 4.0, khususnya dalam bidang pengajaran Bahasa Perancis.

Saat ini para pengajar dituntut untuk bisa memberikan metode pengajaran yang tidak hanya berfokus pada metode lama. Akan tetapi, mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Ketua Panitia, Fierenziana Getruida Junus dalam laporannya menjelaskan bahwa konferensi yang dilakukan bertujuan sebagai forum ilmiah yang untuk saling berbagi ilmu tentang linguistik, sastra maupun pengajaran Bahasa Perancis era 4.0.

“Konferensi kali ini edisi keempat, tahun lalu UGM sebagai tuan rumah. Satu hal yang perlu dicatat adalah ini konferensi pertama yang dilakukan di daerah Timur. Sebelumnya selalu di daerah Barat. Jadi, ketika kami mendapat tawaran sebagai tuan rumah, kami memberanikan diri untuk menerima, walaupun jika dilihat sumber daya kami memiliki keterbatasan. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut tiap tahunnya,” jelas Fieren yang juga merupakan Kepala UPT Perpustakaan Unhas.

Kegiatan yang menghadirkan kurang lebih 100 peserta dari 15 institusi yang ada di Indonesia dijadwalkan akan berlangsung hingga malam hari.(***)