Gelar Kuliah Tamu, FKG Unhas Hadirkan Pemateri Asal Jepang

Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Kedokteran Gigi bekerja sama dengan Universitas Toyama, Jepang menyelenggarakan kuliah umum.

Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Kedokteran Gigi bekerja sama dengan Universitas Toyama, Jepang menyelenggarakan kuliah umum.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Kedokteran Gigi bekerja sama dengan Universitas Toyama, Jepang menyelenggarakan kuliah umum.

Tiga nara sumber asal Universitas Toyama hadir dalam kuliah umum ini, yakni Prof. Makoto Noguchi DDS., Ph.D., Assoc. Professor Kumiko Fujiwara DDS., Ph.D., dan Assoc Professor Kiyoshi Shakunaga MD., Ph.D. Kuliah umum berlangsung di Molar Room, Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (06/11).

Dekan FKG Unhas, drg. Muhammad Ruslin, M. Kes., Ph. D., Sp. BM (K)., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk memperoleh sumber pembelajaran di luar perkuliahan aktif.

“Ini salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman ilmu pengetahuan dan informasi mahasiswa. Sehingga, informasi pendidikan itu selalu terupdate. Ruang pembelajaran efektif ini sangat bermanfaat jika dimaksimalkan dengan baik, ” jelas Ruslin.

Kuliah umum dimulai dengan materi yang disampaikan oleh Assoc. Professor Kumiko Fujiwara DDS., Ph.D. (Departemen Bedah Mulut, Toyama University, Jepang) yang membahas tentang “Three-dimensional analysis of facial surface asymmetry in cleft lip and palate”.

Dalam materinya, beliau menjelaskan mengenai penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis 3D permukaan wajah pada pasien CLP dengan menggunakan teknik garis lurus.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Makoto Noguchi DDS., Ph.D. (Departemen Bedah mulut dan Maksilofasial, Toyama University, Jepang) menjelaskan topik “Oral Cancer: Diagnosis and Management”.

Dalam penjelasannya, beliau memberikan gambaran mengenai penyebab dari kanker rongga mulut, sampai kepada cara perawatan kepada pasien.

“Diagnosa yang tepat kepada pasien akan sangat membantu untuk melakukan penanganan selanjutnya . Olehnya itu, diperlukan ketelitian dan manajemen yang baik untuk mengetahui kondisi pasien,” jelas Prof Makoto.

Kuliah umum ditutup dengan materi yang disampaikan Assoc Professor Kiyoshi Shakunaga MD., Ph.D. (Departemen Bedah Mulut, Toyama University, Jepang) yang menjelaskan mengenai “Pediatric Anesthesia: Recent Advancement and Issue”.

Kegiatan yang menghadirkan kurang lebih 100 peserta yang berasal dari mahasiswa, residen, maupun dosen berlangsung hingga pukul 12.00 WITA.(**)