Buntut Ribut di Musda, Risman Pasigai Hadapi dengan Senyum Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Risman Pasigai

Risman Pasigai

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menetapkan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai, sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik. Risman dilaporkan mantan bendahara Golkar Sulsel, Rusdin Abdullah, usai penyelenggaraan musyawarah daerah (musda) partai di Makassar, Juli 2019.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, Risman berstatus tersangka setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban dan tersangka. Risman diduga melanggar Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP, dengan ancaman hukuman sembilan bulan penjara.

“Tersangka tidak bisa ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Tapi kasus ini tetap diproses sampai ke tahap persidangan,” kata Dicky pada konferensi pers di Makassar, Jumat, 8 November 2019.

Dicky mengatakan, kasus dugaan pencemaran nama baik berawal dari Musda Partai Golkar Sulsel di Hotel Novotel Makassar, 26 Juli 2019. Saat itu acara dengan agenda pemilihan ketua sempat diwarnai keributan.

Ribut-ribut terjadi saat seorang kader Golkar membagikan selebaran di arena musda. Dia menolak penyelenggaraan musda serta pemilihan Nurdin Halid sebagai ketua. Usai acara, Risman sebagai ketua panitia mengeluarkan pernyataan di media bahwa keributan didalangi oleh Rusdin Abdullah yang ingin mengacaukan musda.

“Akibat perkataan Risman, Rudal -sapaan Rusdin Abdullah- merasa dicemarkan nama baiknya dan melapor ke Polda. Jadi ini awalnya konflik internal Partai Golkar,” ucap Dicky.

Adapun Wakil Ketua Golkar Sulawesi Selatan, Muhammad Risman Pasigai telah mengetahui penetapan statusnya sebagai tersangka, meski belum menerima surat resmi dari penyidik polisi. Dia menyatakan akan taat hukum dan menghadapi setiap prosesnya.

Risman menyatakan tim hukim Partai Golkar Sulsel tengah mempersiakan materi hukum untuk menyikapi kasus yang tengah bergulir. Sebab laporan dugaan pencemaran nama baik terjadi atas nama Golkar dan terkait agenda partai.

“Alhamdulillah, saya dan Partai Golkar akan menghadapi secara hukum, Insya Allah saya hadapi dengan senyum. Saya tidak malu, ini kasus politik, bukan korupsi atau narkoba,” kata Risman.

Ia menambahkan, kasus dugaan pencemaran nama baik bukan tanpa sebab. Kasus ini terjadi karena dia membela diri terhadap gangguan yang terjadi di acara musda partai.

Sebelumnya, Risman juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada korban. “Somasi yang ditujukan kepada saya oleh kuasa hukum saudara Rudal untuk meminta maaf dalam waktu 2 x 24 jam sudah saya penuhi melalui media,”katanya.